Menelusur Penghasil Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia: Danau Tempe, Sengkang

Danau Tempe, yeppp! Danau ini rasanya gak asing ditelinga, karena sejak jaman SD dulu sering banget mondar-mandir di soal pelajaran IPS. Awalnya aneh juga, mendengar namanya apakah danau ini memang berasosiasi dengan tempe, makanan bergizi pilihan sejuta umat itu.

Usut punya usut, menurut seorang teman yang  tinggal di Sengkang, danau ini terletak disebuah kecamatan bernama Tempe. Konon, daerah itu dinamai Tempe, karena entah berapa puluh tahun lalu ia pernah menjadi tempat pembibitan kecambah kedelai yang notabene adalah bahan dasar tempe.

Berperahu di Sungai Walanae, menuju Danau Tempe

Danau Tempe terletak di kecamatan Tempe, Kab. Wajo (Sengkang). Danau ini konon katanya merupakan penghasil ikan air tawar terbesar didunia, antara lain ikan gabus (kutuk), mujair, dan nila. Tapi, prestasi nya itu entah masih bertahan sampai sekarang atau tidak, tidak ada data yang valid. Yang pasti, dari danau inilah pasokan ikan air tawar untuk Sulawesi Selatan dan sekitarnya berasal.

Untuk mencapai danau ini, kita harus terlebih dulu menelusur Sungai Walanae dengan perahu motor kecil selama +/- 30 menit, dengan tarif +/- Rp.50 ribu pp, untuk 4-5 orang. Selama perjalanan kita akan disuguhi pemandangan masyarakat setempat yang sedang menjaring ikan, atau perahu kecil berlewatan mengangkut ikan.

Mencari nafkah, menjaring ikan
Inilah, kolam ikan raksasa: Danau Tempe!

Oya, selain menjadi rumah bagi jutaan ekor ikan air tawar budidaya, di danau ini juga terdapat desa apung bernama Desa Salotangah, dimana rumah-rumah warga mengapung di atas danau. Konon, rumah-rumah itu didesain sedemikian rupa sehingga rumah bisa bergerak sesuai arah angin. Jadi, begitu bangun tidur, siap-siaplah menyapa tetangga baru! Pengunjung yang ingin menikmati suasana desa di atas danau bisa menginap didesa tersebut.

Tapi, sayang saya belum bisa mengunjungi Desa Salotangah, karena tujuan perahu saya saat itu adalah Jampue, sedangkan Salotangah berada di sisi danau yang lain.

Setelah 30 menit berperahu, ditengah danau terdapat sebuah rumah apung yang digunakan sebagai rumah sementara para nelayan pembudidaya ikan. Setiap petani ikan disini punya empang masing-masing yang sudah diberi pagar, ikan yang berada diluar pagar boleh diambil siapa saja, tapi yang didalam pagar mutlak hak si pengusaha. Sejenak beristirahat di atas rumah apung, lumayan asoy. It felt like in the middle of nowhere. *lebay

Rumah apung untuk beristirahat setelah mencari ikan
Petani ikan memeriksa hasil tangkapan siang itu yaitu ikan gabus

Oya, selain terkenal sebagai kolam ikan raksasa, danau tempe juga menjadi rumah bagi beberapa jenis burung air. Selama perjalanan ketengah danau, saya sempat bertemu dengan beberapa jenis burung, mungkin dari jenis bangau dan belibis. Wah, rasanya girang banget! Baru kali itu saya bertemu burung liar di alam dalam jumlah banyak. Hehehe…

Masih banyak burung liar di sekitar danau
Beberapa burung asyik hinggap dan terbang di pagar-pagar
Advertisements

One thought on “Menelusur Penghasil Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia: Danau Tempe, Sengkang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s