Catatan: The Marriage Bureau for Rich People

Image
Gambar dari http://www.bookdepository.com

“If love and virtue in the household reign, this is of life the perfect grace and grain.”

Pertama kali baca judul buku ini, kesannya kok agak gimana gitu. Saya kenal buku ini dari seorang teman yang emang penggila buku. Dia sering sekali ngambil quote nya Mr. Ali (tokoh utama). Karena penasaran, saya cari resume nya di internet, eh ternyata menarik dan cusss langsung beli di online bookshop, karena buku ini gak banyak tersedia di Indonesia.

The Marriage Bureau for Rich People adalah buku pertama dari tetralogi yang ditulis oleh Farahad Zama. Buku kedua berjudul The Many Conditions of Love, buku ketiga Wedding Wallah, dan buku ke empat Mrs. Ali’s Road to Happiness. Namun, yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia baru buku yang pertama saja.

Si penulis adalah seorang muslim India yang lahir dan besar di Vizag, India Selatan tetapi hijrah ke Inggris. Setting dari buku ini pun banyak berlatarbelakang tentang harmoni kehidupan di kota kecil Vizag, terutama tentang biro jodoh yang baru saja dijalankan oleh Mr. Ali di masa pensiunnya.

Lalu apa yang menarik dari buku ini? Ehmm, menurut saya karena buku ini secara langsung dan tidak langsung bercerita tentang kehidupan komunal masyarakat di sebuah kota kecil Vizag. Kalau selama ini, persepsi tentang India adalah film Bollywood lengkap dengan nyanyian, tarian, dan artis seksi,  buku ini cukup refreshing untuk menyuguhkan sesuatu yang baru tentang India.

Buku ini banyak menceritakan tentang biro jodoh Mr. Ali yang memfasilitasi warga Vizag yang ingin mencari pasangan. What, jadul banget??! Faktanya pernikahan di India dan Indonesia sangatlah berbeda. Kalo di Indonesia, orang pacaran lalu menikah itu sudah biasa. Biro jodoh sudah bukan lagi bisnis yang menjanjikan. Tapi, di India sana biro jodoh justru dibutuhkan banyak orang dan berpotensi mendatangkan untung besar. Kenapa, karena sebagian pernikahan di India terjadi dengan status arranged marriage alias perjodohan. Kenapa begitu, karena cari di India sana criteria ribetnya tingkat jendral; harus nikah dengan kasta yang sama, trus dalam kasta ternyata juga msh ada subkasta, harus nemu yang sesuai requirement calon mertua dari background keluarga, pendidikan, penampilan, berat badan sampai tinggi badan dan yang pasti harus calon pengantin perempuan harus bisa bayar dowry (sejumlah uang mahar harus dibayar pihak pengantin wanita kepada pengantin pria) yang diminta calon pengantin pria.

“The most controversial part of the caste system is, of course, untouchability.” – The Marriage Bureau for Rich People

——-

Mr. Ali baru saja pensiun, ia memutuskan mendirikan sebuah biro jodoh untuk mengisi masa tuanya. Awalnya, Mr. Ali hanya menjalankan bisnisnya sendirian, sesekali dibantu oleh istrinya, Mrs. Ali. Tetapi, biro jodohnya semakin ramai, sehingga dia harus mencari asisten untuk membantunya dikantor. Beruntung, Mr. Ali bertemu Aruna, seorang gadis yang tekun dan pekerja keras.

Biro jodoh Mr. Ali semakin ramai, semakin banyak pula klien dengan berbagai latar belakang berdatangan meminta dicarikan jodoh. Banyak yang akhirnya mendapatkan jodoh atas bantuan Mr. Ali. Tetapi, fakta bahwa biro jodohnya semakin ramai tidak lantas membahagiakan Mr. dan Mrs. Ali, karena Rehman, putra tunggalnya, semakin sering memberontak kepada orang tuanya dengan menjadi aktivis pejuang sebuah desa yang akan diubah menjadi kawasan elit oleh pemerintah.

Selain  konflik keluarga Mr. Ali, ada lagi konflik menarik lainnya yang, ehm, sepertinya permasalahan umum di masyarakat. Yaitu ketika Ramanujam- seorang dokter muda dari keluarga kaya dan terpadang-klien Mr. Ali, malah jatuh cinta dan melamar Aruna, yang notabene hanya seorang asisten sebuah biro jodoh. Dan jeng-jeng-jeng, lumayan mainstream sih, setelah melalui konflik ini itu akhirnya Aruna-Ramanujam menikah dan hidup bahagia kayak di felem India…

“We all live in a society and if we don’t help others in their time of need, then we are not contributing to the community and are no better han exploiters n thieves”—Lord Khrisna told the Warrior Arjuna on the eve of tee great battle in Gita.

Selama membaca buku yang ditulis dalam bahasa Inggris ini, rasanya mengalir saja bersama plot dalam cerita. Bahasa Inggris yang digunakan pas; nggak terlalu canggih dan ribet. Banyak percakapan yang secara tidak langsung berisi nasehat tentang cinta, keluarga, dan kehidupan. Membaca buku ini, rasanya saya sedang terlempar ke negara kuch-kuch hota hai sana. Mangalsutra, dhoti, shalwar kameez, sari, tandoori, bindi, deepavali, dan kosakata-kosakata khas India lainnya langsung nempel di ingatan saya. Aaah rasanya saya pengen langsung terbang ke India sana…

 “If you want an even happier marriage life, you should compliment your wife even when you think what she is wearing doesn’t suit her.” –Mr. Ali

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s