My Love-Hate Relationship With Makassar

Sudah satu setengah tahun lebih saya merantau ke kota Makassar, numpang cari sesuap nasi. Sampai sekarang saya belum bisa bilang “I’m in love with you, Makassar” kalau tidak mau dibilang nggak suka. Sebelum saya datang ke Makassar, dia adalah kota yang asing bagi saya, jauh di kampung orang, di luar Jawa sana.

Selama numpang tinggal di Makassar, banyak yang bikin saya sebal dan kesal, tapi ada juga yang buat saya riang gembira. Saya coba list “what I hate” dan “what I love” dari Makassar ๐Ÿ™‚

The NO’s

1. Kerusuhan dimana-mana

Makassar itu (sampai sekarang ya), identik dengan kerusuhan dan chaos. Entah yang dipelopori oleh mahasiswa maupun warga. Hampir setiap kampus besar di kota ini pasti punya pengalaman “dirusak” sama mahasiswanya sendiri. Well, menurut saya aksi demonstrasi itu halal kok, tapi ya cara dan media nya juga perlu diperhatikan. Jangan juga merusak properti kampus apalagi milik umum. Nah kalau sudah rusak, yang rugi siapa coba, mahasiswa juga kan, uang yang harusnya bisa untuk bangun gedung atau kasih beasiswa misalnya, eh malah buat renovasi gedung yang dirusak karena kerusuhan (lagi dan lagi).

Suatu malam, saya pernah naik motor dengan seorang teman. Eh di depan sana kok ada rame-rame anak2 muda sambil bawa-bawa pentungan gitu. Lhah daripada daripada, kami pun langsung balik arah cari jalan lain. Reputasi warga yang suka rusuh memang sukses bikin parno warga pendatang.

2. Balap Liar (hampir) tiap malam

Saya ngekos di daerah merah, di rumah kosan yang diapit sirkuit balap liar yaitu di Jl. Latimojong dan Jl. Veteran. Kalau yang balapan itu sekelas Rossi, Pedrosa, gitu-gitu mah mau-mau aja ya, nah ini yang balapan udah membahayakan diri mereka sendiri, juga orang yang kebetulan lewat. Apalagi kalo nanti mereka rusuh. *alamaaak, ngelus dada*

Hampir tiap pagi dong, dari siaran berita tivi nasional kabar balap liar pasti jarang absen dari list pembaca berita. Mungkin yang bacain berita udah hafal kali ya, nggak usah di kasih script mereka sudah bisa buat kalimat sendiri. Heran juga, ini aparat berwajib bagaimana ya kok bisa-bisanya masih sering kecolongan. Padahal warga sekitar juga sudah muak dengan aksi balap liar itu, makanya sering juga bentrok antara pembalap dan warga kampung. Aduh, bagaimana ini pak polisi? *tanya kenapa*

3. Lalu Lintas yang Ampun Deh!

Kalau mau meningkatkan ilmu sabar, silakan menikmati lalu lintas Makassar, yang menurut saya, bisa dibilang kacau. Baik itu penggunanya maupun infrastrukturnya.

Lampu lalu lintas itu kan dibuat untuk mempermudah jalannya lalu lintas terutama yang bersimpangan di perempatan atau belokan. Masa ya, ini dari arah yang berlawanan lampu hijaunya bisa barengan. Jadinya ya, itu mobil dan motor pada mandeg semua deh ditengah-tengah, secara nggak ada yang mau ngalah. Selain itu, kalau jadi pengguna jalan (baik yang bawa kendaraan maupun pejalan kaki), musti tetap waspada, kalau perlu bawa plang gede-gede dengan tulisan “kita senggol gue kepret nah”. Lhah, orang-orang disini kalau belok suka nggak ngasih lampu sen, trus ngeloyor gitu aja, nggak pake direm *tutup mata* Trus udah gitu, walaupun udah tau salah, masih aja ngeyel. *ngelus dada lagi* Mungkin sudah jadi kebiasaan ya, tapi kebiasaan yang kurang benar masih bisa dibenarkan toh…*peace*

4. Susah Cari Makanan Bersayur

Ini nih sesuatu yang simpel tapi bisa bikin berabe. Selama ini, saya susah lho beli makanan yang bersayur. Paling nemu nya di kantin kantor saja. Padahal menurut pelajaran biologi anak SMP, akibat tubuh yang kekurangan asupan sayur (atau tepatnya serat), apalagi kalau saluran pencernaannya cukup sensitif, masalah pencernaan pasti menanti. Jadilah sekarang tiap weekend saya usahakan untuk masak sayur, demi menjaga kemaslahatan saluran pencernaan saya ๐Ÿ™‚

The Yes’s

1.ย Makassar itu Gerbangnya Indonesia Timur

Nah ini nih, yang pualing bisa bikin saya riang gembira! Makassar itu gerbangnya Indonesia Timur, brooo! Dan kabar baiknya adalah Indonesia Timur itu masa depan pariwisata Indonesia! Sebut saja, Wakatobi, Raja Ampat, Maluku, Togian, Manado, Flores, dll dll mereka adalah destinasi-destinasi yang akhir-akhir ini populer dibicarakan. Dan, mereka dapat dicapai dengan lebih mudah dari kota Makassar melalui jalur udara. Apalagi, maskapai2 penerbangan juga semakin rajin kasih promo, yeayyyy!

Karst Maros- kompleks pegunungan karst terbesar ke dua di dunia
Karst Maros- kompleks pegunungan karst terbesar ke dua di dunia
Sunset di Tanjung Bira

Selain destinasi di luar pulau Sulawesi, ada banyak objek yang menarik dan dapat dijangkau dengan jalan darat dari Makassar. Saya nggak akan tahu uniknya Tana Toraja, lembutnya pasir Tanjung Bira, tempat pembuatan kapal phinisi di Bulukumba, penghasil kain sutra di Sengkang, riuhnya kota tambang Sorowako, ketemu Karst Maros ย yang merupakan gugusan pegunungan karst terbesar kedua di dunia; kalau saya nggak tinggal di Makassar. Trimakasih Makassar ๐Ÿ™‚

2. Orang Makassar sering banget bikin acara pesta/ syukuran

Oiya, orang Makassar itu lumayan rajin buat acara makan2 lho, entah itu untuk buka puasa bersama, natal, promosi jabatan, syukuran rumah baru, merayakan imlek, akikahan, pernikahan, dll dan pastinya kamu semua diundang! Yeayy, ini nih yang bikin anak-anak kos (termasuk saya donk) lebih terjamin kesejahteraan lidah dan perutnya. hehehe.

3. Makassar adalah salah satu tempat kuliner asyik

Coto, konro, pallu basa, pallu mara, pisang ijo, pisang epe, mie kering, kapurung, seafood — adalah nama-nama makanan khas dari Makassar dan sekitarnya, dan tentunya tersedia di kota Makassar. Sebagian mungkin masih asing, sebagian lagi (misalnya saja coto, konro, pisang ijo) pasti sudah akrab di telinga. Nah, masih banyak pilihan makanan lain untuk dicoba terutama kalau kantong lagi tebal. Maklum, harga makanan disini lumayan mahal *hammer*

Kapurung- makanan khas daerah Luwu, ada juga di Makassar
Kapurung- makanan khas daerah Luwu, ada juga di Makassar

4. Ada Pantai di dalam Kota

Tepian pulau Samalona, kota Makassar ada di seberang sana

Kabar bagusnya lagi, Makassar punya pantai di tepi kota, yaitu Pantai Losari. Kalau lagi galau *eaaaa* bisa langsung duduk di tepi pantai sambil liatin laut, apalagi sunset di tepi Losari juga cantik lhooo. Selain itu, bagi para penikmat wisata laut seperti snorkeling atau diving, ada beberapa site yang sangat mudah dijangkau dari kota Makassar seperti pulau Samalona, Kodingareng keke, dll.

Well, poin-poin di atas akhirnya hanyalah menurut pandangan saya, seorang perantau yang menumpang hidup di Makassar ๐Ÿ™‚ Setiap orang pasti punya pengalaman dan kesan yang berbeda. Saya masih ingin mengeksplor banyak hal tentang Makassar, siapa tahu list “what I love” saya akan bertambah lebih cepat daripada list “What I hate”. Anyway, thank you Makassar for all the things we’ve encountered together!

Advertisements

14 thoughts on “My Love-Hate Relationship With Makassar

  1. Paling maknyus, makan pisang epe di pinggir pantai losari pas waktu sunset. Itu langit gradasi warnanya mulai dr jingga merah ungu biru trus abu2.. cakep bgt. Tp paling keki klo lg tawuran. senjatanya panah, kan klo nyasar serem bgt.. overall suka bgt sama Makassar. Memang beautyfully dangerous.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s