Matsuyama, dimana ya?

Melanjutkan postingan sebelumnya, saya mau sedikit cerita flash back tentang perjumpaan saya dengan Matsuyama.

Kalau kota Tokyo, Osaka, dan Kyoto pastilah sudah tidak asing lagi ya. Tetapi, kalau Matsuyama mungkin belum banyak yang tahu kan. Matsuyama-shi atau Matsuyama City adalah sebuah kota di pulau Shikoku, Jepang dan merupakan ibu kota prefektur Ehime sekaligus kota terbesar di pulau Shikoku. Sebagai perbandingan ya, pulau utama di Jepang itu adalah pulau Honshu dimana kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, Kyoto, Hiroshima, dll itu berada. Nah, kalau Matsuyama berada di pulau Shikoku, letaknya di bawah pulau Honshu, di atasnya pulau Kyushu. Matsuyama bukanlah kota yang semetropolis Tokyo atau Osaka, kota nya relatif kecil dan tenang. Tidak terlalu padat dengan manusia dan hiruk pikuk layaknya kota besar.

Untuk menuju Matsuyama, saat itu saya menggunakan pesawat ANA (All Nippon Airways) dari Singapura menuju Narita Airport, Tokyo. Lalu dilanjutkan dengan flight dari Haneda Airport, Tokyo menuju Matsuyama Airport. Jadi, ternyata Narita airport itu melayani penerbangan internasional, sedangkan kalau Haneda melayani penerbangan domestik. Atau bisa juga melalui Kansai Airport, Osaka lalu lanjut ke Matsuyama airport.

photo from http://cherryblossomsandpersimmons.blogspot.com/
photo from http://cherryblossomsandpersimmons.blogspot.com/

Jadi, musim panas bulan Juli 2010 saya berkesempatan mengikuti program short student exchange antara UGM dan Ehime University. Saya kuliah di jurusan Teknologi Industri Pertanian, jadilah saya belajar di Fakultas Pertanian, Ehime University. Tidak asing kan, karena Jepang memang masih dalam urutan terdepan untuk masalah pertanian dan teknologi.

Matsuyama juga bukanlah kota utama di Jepang, tapi ia tetap memiliki banyak hal yang bisa dieksplor lho. Matsuyama adalah setting dari novel Botchan karangan Natsume Soseki pada 1905. Alhamdulillah nya, saya sudah baca Botchan sebelum berangkat ke Matsuyama, jadi lumayan nyambung waktuu membahas tentang Botchan di sana hehehe. Konon, novel Botchan yang banyak mengandung pesan moral ini merupakan salah satu buku yang paling banyak dibaca orang Jepang saat masa kanak-kanak mereka. Botchan itu bukan nama tokoh utamanya lho, tapi semacam panggilan hormat kepada anak laki-laki, mungkin seperti “tuan muda” atau “denmas” kalo di bahasa Indonesia. Di Matsuyama ada Botchan ressha atau Botchan train, kurang tau juga kenapa ada embel-embelnya Botchan, adalah replika lokomotif kereta pertama di Matsuyama dan sekarang difungsikan untuk tujuan pariwisata.

Pulau Shikoku, tempat Matsuyama berada juga terkenal dengan Shikoku Pilgrimage nya, semacam haji nya orang Buddha di Jepang dengan mengunjungi 88 kuil di sekeliling pulau Shikoku. Saya pernah juga lihat liputan tentang Shikoku Pilgrimage di NHK World.

Seperti kota-kota di Jepang lainnya, Matsuyama juga punya kastil namanya Matsuyama-Jo atau Matsuyama Castle yang berada di atas bukit, sehingga saat kita ada di sana kita bisa melihat sekeliling kota Matsuyama dari atas. Saat menuju ke kastil kita bisa naik ropeway atau kereta gantung ke atas bukit. Seruuu lhoh, bisa melihat pemandangan Matsuyama sambil diterpa angin sejuk,hehehe. Baru deh pulangnya harus jalan kaki turun bukit yang lumayan bikin gempor.

Ropeway untuk menuju Matsuyama Castle- serem serem seru!!
Ropeway untuk menuju Matsuyama Castle- serem serem seru!!
Matsuyama Castle di musim panas- dari depan
Matsuyama Castle di musim panas- dari depan, semoga bisa moto di musim yang lain 🙂
Matsuyama Castle dari samping
Matsuyama Castle dari samping
Maskot Matsuyama Castle
Maskot Matsuyama Castle

Oiya, di dalam kompleks Matsuyama Castle juga ada museum lho, ada bagian tentang sejarah Jepang dengan banyak kostum samurai, sejarah Shikoku pilgrimage, dan saya malah sempet juga didandanin pakai kostum samurai hihihi. Jadi ingat film The Last Samurai…..

Kostum samurai
Baju zirah samurai

Dan, kalau panas-panas makan es krim pasti enakkkk banget kan ya. Yak, salah satu yang saya ingat dari kunjungan ke Matsuyama-Jo waktu itu adalah traktiran es krim dari sensei (dosen) saya yang asli enakkkkkkkk banget apalagi saat siang-siang di musim panas. Es krim nya padat, lembut, rasa peach, pokoknya enakkkk!

Es krim peach---momogi mow mow lagiii!
Es krim peach—momogi mow mow lagiii!

Dan, masih sama dengan kota di Jepang pada umumnya, Matsuyama juga punya pemandian air panas bernama Dogo Onsen. Saya tidak sempat mencoba hot spring nya sih, tapi hanya jalan-jalan di sekitar onsen karena memang letaknya dekat dengan Botchan Ressha dan terdapat pusat souvenir yang menjual buanyak banget jenis oleh-oleh mulai dari handicraft, sake, permen, jajanan, kaos, dll. Tapi saya juga nggak belanja di situ karena walaupun bagus-bagus tapi harganya mahal, heuheu.

Dogo Onsen
Dogo Onsen
Souvenir shop --siapsiap kanker (kantong kering) kalo gak bisa nahan godaan
Souvenir shop –siapsiap kanker (kantong kering) kalo gak bisa nahan godaan

Lalu, disekitar Dogo Onsen juga ada semacam abang-abang becak Jepang yang siap mengantar penumpang keliling-keliling tapi becaknya ditarik sambil berlari bukan dikayuh seperti becak Indonesia.

Yak yang mbecak yang mbecak...!
Yak yang mbecak yang mbecak…!

Oiya, jangan lupa liat atraksi “jam menari” di dekat Dogo Onsen, jadi setiap jam tertentu, saya lupa tepatnya, ada sebuah jam besar yang bisa bergerak-gerak lalu ada boneka yang keluar dan menari-nari dengan iringan musik, kerennn!

Jam Menari -lihat lihat ada bonekanya sedang menari
Jam Menari -lihat lihat ada bonekanya sedang menari

Ahh cerita tentang Matsuyama nya sudah panjang sekali ternyata, padahal masih banyak yang mau saya ceritakan, lanjut postingan berikut saja ya 😀

Advertisements

11 thoughts on “Matsuyama, dimana ya?

  1. Eh Eh Rosa, dirimu student exchange-nya barengan sama Marlisa Ayu juga ndak? sepertinya dia juga ke Ehime waktu itu 😀 *semoga tidak salah ingat*

      1. oooo jd tiap tahun ada yg berangkat ke Jepang ya? Kereeennnn 😀
        oiya, klo Ayu dia jurusan perikanan sih

    1. dulu semangat banget mbak belajarnya, tp skrg udah pada terbang kemana2 gak pernah dipake lagi haha..belajar bahasa itu nyenengin e mbak hehe, bahasa swedia gimana mbak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s