Balada Ketinggalan Pesawat

Sebenarnya saya pengen posting lanjutan edisi Matsuyama, tetapi berhubung minggu lalu baru saja ketinggalan pesawat, jadilah saya berniat membuat catatan perihal ketinggalan pesawat.

Kamu pernah ketinggalan pesawat? Saya pernah.

Tahu rasanya? Menyakitkan. Apalagi kalau kondisi dompet sedang kurang sehat. Uhuk, sakitnya berlipat-lipat.

Trus, kalau ditambah broken-heart, uhhh. Rasanya pengen nyebur ke laut aja.

Saya pernah dua kali ketinggalan pesawat. Dan satu kali hampir ketinggalan pesawat.

airplane

Pengalaman hampir ketinggalan pesawat saya alami saat akan pulang dari Jepang. Saya hampir ketinggalan pesawat ANA yang akan membawa saya ke Singapura dari Bandara Narita, Tokyo. Gara-garanya saya harus transfer dari Haneda ke Narita memakai kereta, dan ternyata waktunya mepet sehingga saat saya sampai di Narita, check-in counter sudah tutup. Aaarghhh, tapi alhamdulillahnya petugas darat di bandara dan maskapai ANA sangat sigap membantu kami. Dengan sedikit kendala bahasa, kami menjelaskan kondisi kami dan tanpa ba-bi-bu, mereka berbagi tugas untuk mengantar kami dan koper-koper kami yang segede-gede gaban menuju pesawat. Satu orang menuntun kami menuju pesawat sambil berlari-lari, satu orang lagi membawa barang-barang kami dalam troli untuk dimasukkan bagasi. Akhirnya aksi heroik mengejar pesawat sukses juga.Kami tetap dapat berangkat dengan pesawat yang sama. Mau jadi apa kalau saya benar-benar ketinggalan pesawat coba. Saya jadi berpikir bagaimana kalau hal serupa di Bandara Indonesia ya? Mungkin si petugas maskapai tanpa rasa empati cuma bilang, “Uhh, sorry check-in counter just now closed. Please fly with the next flight.” Damn.

Pengalaman pertama ketinggalan pesawat adalah saat dari Makassar ke Kendari, dengan sebuah maskapai Indonesia –kamu tahu- yang berlambang singa. Posisinya saya sudah check-in, boarding pass sudah saya pegang. Trus saya sempat mampir ke ATM. Selesai dari ATM, saya langsung masuk ke ruang tunggu.Saya tanya petugas apakah pesawat saya sudah boarding, dia jawab belum, mungkin sebentar lagi. Nah, saya dengan tenangnya duduk-duduk sambil menunggu panggilan boarding. Hampir setengah jam, lhoh kok tidak ada panggilan boarding ya. Aneh. Saya bertanya ke petugas, katanya pesawat yang saya tumpangi sebentar lagi akan take off. Baddalah! Piye to ya, padahal saya sudah duduk di ruang tunggu dari tadi. Saya coba tanya baik-baik kepada petugas darat, mereka malah bingung dan panik karena pada saat yang sama ada beberapa penumpang dengan tujuan lain juga ketinggalan pesawat. Lhahh. Padahal, sama seperti saya, mereka sudah berada di ruang tunggu. Behhhh, rasanya emosi langsung memuncak. Selama di ruang tunggu pun, saya tidak mendengar panggilan untuk boarding, second call, apalagi last call.

Mereka menyuruh saya kembali ke counter check ini untuk naik penerbangan selanjutnya. Oh, Oke case closed yang penting saya tetap jadi ke Kendari. Tapi, saat saya sudah antri di counter check in, eh malah disuruh ke kasir. Saya pikir saya mau dikasih tiket baru, ternyata saya disuruh beli tiket baru! Urggggh. Polos sekali sepertinya saya waktu itu, maklum baru pengalaman pertama ketinggalan pesawat. Nggak tahu harus ngapain.

Akhirnya kami (saya dan penumpang yang ketinggalan pesawat lainnya) rame-rame demo di depan counter ticket maskapai tersebut sampai menimbulkan sedikit kegaduhan. Saat kami sedang nego- well, setidaknya kami nggak bayar full untuk tiket yang baru- tiba tiba ada seorang bapak separuh baya, saya berasumsi dia dari Singapura atau Hongkong- dengan berbahasa Inggris- dia teriak-teriak dengan emosi memuncak- meminta tiket baru karena dia ketinggalan pesawat ke Jakarta. Nah, setelah bapak ini datang ke counter check-in,langsung deh salah satu orang maskapai tersebut menggiringnya ketempat lain. Lalu, tidak sampai 10 menit kemudian si bapak berbahasa Inggris ini datang lagi dengan muka lebih ceria dan emosi yang tidak tampak sedikitpun. Damn, dia pasti dapat kompensasi tiket baru tanpa bayar atau kalaupun bayar pasti cuma sedikit. Sedangkan, kami penumpang local masih dicuekin- kalau tidak bayar full ya tidak berangkat. Sampai-sampai ada beberapa penumpang menangis berderai-derai memohon keringanan biaya tiket baru. Ahhh, sampai titik ini saya sangattttttttt kecewa kepada pihak maskapai. Akhirnya, dengan sangat dongkol saya terpaksa membeli tiket baru 100% full, karena waktu flight selanjutnya sudah tidak lama dan saya sudah malas beradu argument dengan orang-orang maskapai itu. Toh, mau sekeras apa argument saya tidak menyelesaikan masalah. Tidak beli tiket baru, ya tidak terbang-silakan putuskan. Kurang lebih seperti itu.

Nah, beda dengan kasus ketinggalan pesawat yang pertama, yang saya masih percaya bukan salah saya sepenuhnya. Kalau, yang kasus yang ini memang murni saya terlambat.hehehe.
Saya datang 11 menit setelah check-in counter tutup. Dan saya ditolak untuk naik pesawat- padahal pesawatnya pun belum berangkat. Jadilah saya harus membeli tiket baru untuk penerbangan selanjutnya. So, I’m broke. *lirik dompet

Umumnya, check-in counter ditutup 30 menit sebelum boarding. So, take good concern of your time. Ketinggalan pesawat itu menyakitkan lho. Perkirakan jarak tempuh dan waktu tempuh, serta kemungkinan macet di jalan, atau mobil mogok. Atau factor x lain yang bisa menghambat kedatangan kita di bandara. Menurut saya, lebih baik menunggu di bandara sih daripada harus buru-buru dan gelisah selama di perjalanan.

Lalu, biasakan juga menelpon ke pihak maskapai apakah ada perubahan jadwal penerbangan. Karena saya juga pernah mengalami, tiket yang saya beli nyata-nyata di jadwal 23.55 WIB, tapi penerbangan jadwal itu sudah diajukan menjadi 21.00 WIB, dan saya tidak mendapat konfirmasi baik melalui email maupun telepon. Untungnya, saya datang di counter-check in sekitar pukul 19.30 dan penumpang untuk penerbangan jam 21.00 belum penuh sehingga saya bisa minta transfer ke jadwal tersebut. Pengalaman baik saya mengenai perubahan jadwal ini malah saya dapatkan dari maskapai penerbangan tetangga-yang terkenal sebagai the best low-cost airlines- dia tidak hanya mengirimi email tentang perubahan jadwal bahkan petugasnya menelepon langsung dari Malaysia! Bagus kan..

Sudah ketinggalan pesawat, kartu handphone saya tertukar dengan punya bos di kantor, lalu kena serangan patah hati pula. Argggghhh, this is absolutely an unfortunate series of event!

Ah, sepertinya lirik lagunya the Script yang the Man who can’t be moved harus sedikit saya ganti jadi;” I’m (not) broke, and I’m (just) a broken hearted girl.”

——

This being human is a guest house.
Every morning is a new arrival.
A joy, a depression, a meanness, some momentary awareness comes as an unexpected visitor.
Welcome and entertain them all. Treat each guest honorably.
The dark thought, the shame, the malice, meet them at the door laughing, and invite them in.
Be grateful for whoever comes, because each has been sent as a guide from beyond.
-Rumi-

Advertisements

20 thoughts on “Balada Ketinggalan Pesawat

    1. iya bang. Malah sempet ada yang bilang, mentang2 maskapai low-budget mereka ga punya anggaran buwat ramah2 sama penumpangnya. Tapi belum tau juga kalau kasusnya penerbangan international, yg saya alami kan baru ketinggalan penerbangan domestik. Tapi ya semoga jgn deh hihi

      gak kebayang klo beneran ketinggalan, masa iya ngegembel di Jepang *hammer*

  1. lalalalalaaa..sepertinya emang aku ketinggalan sesi Ocha berbagi cerita hati.. *brb nyetel mp3 be ok – ingrid michaelson*
    nomerku ga ganti loh..boleh telpon,kita ngobrol2 lagi.. *pukpukpeluk* 🙂

      1. yabegitulaaaa…nek ketemu anane mung lara critaaaaa,, padahal nek tilpon yooo wis dawaaaa… itu pun masih banyak yg belum teromyangkan.. hahaha

      1. hihi walau terdengar agak lebay, tapi kenyataannya beneran mules degdegan gt loh.. abis udah lari-lari, sempet check in, pas masuk boarding room udah kosong. kan ngenes.

      2. aku donk, udah duduk2 tenang di boarding room, eh ternyata juga udah ditinggal. konyol2 bikin bete emang haha. btw, dulu ditinggal pake maskapai lambang apa?

      3. maskapai negara tetangga kok yg merah itu. hampir terjadi 2 kali di negara yg sama tp beda kota. hehe yang kedua kali, sampe minjem motor temen untuk ke bandara, sampe nerobos2 lampu merah haha (jiwa orang Jakarta banget)

  2. aku pernah ketinggalan pesawat, pertama kali dulu, maskapai Indonesia, murni kesalahanku, soalnya pas aku dtg pas check in counter udah tutup, tp alhamdulillah disuruh balik keesokan harinya untuk ikut pesawat selanjutnya, karena memang waktu itu penerbangan terakhir. Yang kedua, beberapa mgg lalu adekku dan temen2nya ke bali, pake tiket putus Balikpapan Surabaya trus ganti pesawat Surabaya Bali, pas yang Sby Bali berangkatnya dimajuin sdgkan yang Bpp Sby delay beberapa jam, jdnya deg2an deh dianya. Tapi syukurlah pihak maskapai yg dr Sby Bali mau nunggu adekku dan temen2nya beberapa menit, jadi pas pesawat landing di Sby, langsung deh dia dijemput petugas dan lari2an menuju pesawat selanjutnya.

      1. yah sekelas ama Lion Air lah harganya, dan tiketnya gak perlu bayar lagi, kalo yang pertama kali itu kalo gak salah aku pake Mandala Airlines deh

  3. Untungnya saya belum pernah ketinggalan pesawat, biasanya minimal sejam sebelum take off saya usahakan sudah di bandara. Lebih seringnya malah 2 jam sebelum take off. Waktu yg kosong dipake utk baca-baca aja di ruang tunggu :). Tapi maskapai lokal memang kurang peduli sama penumpang, layanannya jelek banget.

    1. iya pak, amannya begitu. cuman kadang kalo pesawat jumat malem suka mepet sama jam pulang kantor hehehe. iya maskapai lokal harus belajar lebih mengapresiasi para penumpangnya

  4. Aku pernah kejadian kayak gitu, telat check in di Surabaya karena travel yang bawa dari Malang nganterin tamu lain dulu sampai tak marahin. Untungnya dibukain sama petugasnya, jadi dia buka sistem dan suruh petugas di ruangan tunggu untuk nungguin aku. Beda banget kan layanan Garuda vs macan itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s