Pulau Lanjukang yang Menawan (Gugus Kep. Spermonde)

Artikel ini diikutsertakan dalam Jelajah Bumi Papua bersama Adira Faces of Indonesia

Jelajah Bumi Papua Adira Facec of Indonesia
Jelajah Bumi Papua Adira Facec of Indonesia

Spermonde! Begitu nama gugusan kepulauan di lepas pantai kota Makassar ini.

Beberapa pulau sudah familiar seperti pulau Samalona dan Kodingareng Keke, beberapa masih sebagian saja yang tahu seperti pulau Lanjukang ini. Sebagian pulau juga berpenghuni, sebagian lagi hanya dimanfaatkan untuk tujuan wisata terutama wisata bawah laut.

Awal Juni 2013 lalu, saya dan teman-teman berkunjung ke Pulau Lanjukang karena penasaran dengan view bawah lautnya. Pulau ini dapat ditempuh dari Pelabuhan Paotere atau Dermaga Kayu Bangkoa, Makassar dengan waktu tempuh +-2jam menggunakan kapal motor.

Peta Spermonde
Peta Spermonde. Gambar dari SAC Makassar

Secara administratif pulau berpenghuni ini masih masuk wilayah kec. Ujungtanah, kota Makassar sekaligus merupakan pulau terluar dari kota Makassar. Ada beberapa belas kepala keluarga (saya lupa tepatnya 15 atau 17) dengan jumlah penduduk +- 50 orang termasuk balita dan anak kecil. Warga umumnya berprofesi sebagai nelayan. Tidak ada sekolah, tidak ada jaringan listrik, fasilitas kesehatan dan fasilitas umum lainnya disini. Sinyal handphone pun tidak ada. Agak ironis memang, sebagai bagian dari kota Makassar, pulau Lanjukang tidak mendapat banyak hal yang biasa dinikmati oleh warga Makassar di seberang sana. Jadi persiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan seperti makanan, air bersih, air minum, obat-obatan, dan alat snorkle dari Makassar.

Hanya ada dua bangunan rumah panggung di tepi pantai yang ternyata milik seseorang bernama fam Manggabarani (fyi, ini nama fam orang penting di Makassar) dan beberapa rumah penduduk di dalam pulau.  Beberapa penduduk menawarkan jasa untuk menginap di rumah mereka dan untuk memasakkan makanan bagi yang tidak mau repot menyiapkan makanan.

Oiya, beberapa warga Lanjukang terutama yang sudah berusia lanjut memiliki keunikan fisik dengan tinggi badan <150cm atau orang biasa menyebut, maaf-manusia hobbit\kerdil dengan punggung sedikit bungkuk. Hal ini terjadi konon karena perkawinan dengan kerabat dekat atau incest.  Namun, seiring berjalannya waktu sudah banyak warga lokal yang menikah dengan warga dari pulau lain sehingga menghasilkan keturunan yang normal. Beberapa artikel di internet mengatakan bahwa mereka ini pemalu, tapi yang saya temui justru mereka ramah dan suka ngajak ngobrol kok.

Terlepas dari segala ironi tersebut, saya bisa bilang pulau Lanjukang itu bagaikan sepercik pemandangan surgawi. Kalau kata teman saya,”surga bocor alus”, menggambarkan betapa indahnya pulau ini. Garis pantai yang panjang dengan air laut biru sebening kristal berpadu dengan pasir putih lembut, aihhh semacam kolam renang gigantis!! Pulau Lanjukang ini belum sepopuler pulau kecil lainnya seperti pulau Samalona, jadi kalau kita beruntung bisa jadi kitalah satu-satunya yang mengunjungi pulau ini. Jadi serasa punya kolam renang pribadi! Pasir putih, laut biru, angin sepoi-sepoi, hmmmm…

Pulau Lanjukang
Pantai Pulau Lanjukang – photo credit: Damba
Pulau Lanjukang
Pulau Lanjukang – crystal clear! Photo credit: Arif Medekan
Pulau Lanjukang
Kapal motor yang mebawa kami ke Pulau Lanjukang – Photo credit: Wira

Kehidupan bawah lautnya juga indah, cocok bagi yang suka bersnorkling. Pada beberapa spot seperti di belakang pulau gugusan karangnya hanya sekitar 1 meter di bawah air. Jadi hati-hati kalau snorkling disini, jangan sampai malah kita ikut merusak terumbu karangnya. Disekitar spot ini juga masih terlihat jelas bekas-bekas kerusakan karang karena dibom atau pottasium. Karang putih berserakan di dasar laut. Sedih melihatnya. Di spot yang agak dalam, koralnya tidak terlalu padat dan bentuknya seperti gundukan atau bergunung-gunung. Ikannya cukup beragam ada nemo (clown fish), pari, kudu-kudu, ikan buntal, belut laut, ikan-ikan kecil warna warni. Seru!!!

Pulau Lanjukang
Koral di Pulau Lanjukang – Photo credit: Arief Madekan
Snorkling Pulau Lanjukang
Koral Pulau Lanjukang – Photo credit by: Arief Madekan
Pulau Lanjukang
Finding Nemo, si ikan badut/ clown fish – Photo credit : Arief Madekan
Pulau Lanjukang
Kima – Photo credit: Arief Madekan
Pulau Lanjukang
Ikan Parinya lagi ngumpet – Photo credit: Arief Madekan

Nah, kalau sudah puas main air, saatnya santai-santai menunggu matahari tenggelam sambil duduk-duduk ditepi pantai. Lalu malamnya bisa puas memandang langit penuh bintang. Ah nyamannyaaa, it was totally a sweet weekend getaway!…

Yoga at Lanjukang
Tree pose yoga – Sunset Pulau Lanjukang – Photo credit: Wira
Sunset Pulau Lanjukang
Sunset Pulau Lanjukang – Photo credit: Arief Madekan

Oiya, kalau berkunjung ke pulau Lanjukang boleh lho bawa oleh-oleh untuk warga lokal, bagaimanapun kan kita ini ibarat lagi bertamu ke rumah orang. Buku dan alat tulis untuk anak-anak, bahan makanan seperti beras atau mie, makanan kecil untuk anak-anak atau air mineral dan air bersih; bagi kita barang-barang ini mungkin barang sepele, tapi bagi warga pulau pastilah sangat bernilai karena untuk mendapatkannya mereka harus menanggung harga yang jauh lebih mahal. Dan, bawa kembali sampah yang kita hasilkan ke Makassar ya supaya kita tidak berkontribusi merusak lingkungan di pulau yang indah ini 🙂

Snorkling Pulau Lanjukang
Pulau Lanjukang – Biruuuuuu!
Pulau Lanjukang
Berpose bersama penduduk lokal sebelum pulang – Photo credit: Wira

Notes: – Seri Spermonde ini berisi catatan saya mengunjungi pulau-pulau kecil di gugusan kepulauan Spermonde di lepas pantai Makassar.

– Semua foto underwater diambil dari kameranya Bang Arief Madekan, untuk koleksi lebih lengkap bisa lihat di FB nya.

Advertisements

15 thoughts on “Pulau Lanjukang yang Menawan (Gugus Kep. Spermonde)

  1. wooow kereeeen!!! Bisa ngantuk di pantai kalo kaya’ gini suasananya, mantap, berharap tetap bersih ajah sih yah, sayang kan kalo udah terpolusi

  2. Haloo makasih sudah mampir di blog Haram Keliling Dunia yah… (udah baca bukunay belom? hehehe)
    Btw, blog kamu keren… foto-foto yang ada di tulisan ini saya suka bangettt… Subhanallah betapa INDAH ciptaan Tuhan..

    Salam haram,
    @enefwe

    1. Sama-sama mbak yang kocak 😀
      Sudah baca donk, malah lg travelling juga itu buku ke Bandung hehehe. Dan bagian yg paling aku inget adalah tentang Praha (teteup) hehehe

      Ayok mari mari sini ke Makassar 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s