Menyapa Pagi Borobudur di Punthuk Stumbu

Pagi masih pekat, azan subuh baru saja berkumandang pukul 4 lewat tadi.
Dingin selalu menemani pagi di Magelang, kampung halaman tercinta.
Tapi pagi ini saya harus beranjak, mengejar matahari terbit di Punthuk Stumbu, dekat Borobudur sana.

Teman saya, Naning, janji akan menjemput jam 4 tadi agar tidak terlambat menemui sunrise pagi nanti. Tapi dia sedikit terlambat rupanya. Hampir pukul 5 pagi kami baru berangkat, dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya kami melaju menuju Borobudur melawan dinginnya Magelang di subuh hari.

Punthuk Stumbu atau dikenal juga dengan Borobudur Nirwana Sunrise , adalah salah satu tempat yang baru- baru ini mulai dikenal sebagai salah satu spot yang sangaaat indah untuk menyaksikan Candi Borobudur berlatar matahari terbit, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu. Sounds great ya.

Letaknya di Desa Karangrejo, Kec. Borobudur, Kab. Magelang. Menuju Punthuk Stumbu gampang- gampang susah karena dia tidak terletak di pinggir jalan yang semua orang bisa lewati.  Jika berkendara sendiri, cara paling praktis adalah ambil arah ke pelataran/ parkiran candi Borobudur. Lalu tanya orang atau tukang ojek di sekitar sana cara menuju Punthuk Stumbu. Plang penunjuk jalan sebenarnya sudah ada di beberapa titik menuju lokasi, tetapi tidak cukup besar untuk mudah dikenali di pagi buta.Atau jika tidak mau repot, tukang ojek siap mengantarkan sampai tujuan.

Bertanya pada penduduk sekitar adalah cara terbaik menurut saya. Penduduk desa di Borobudur umumnya sudah memulai aktivitasnya di pagi hari, ada yang sekedar berjalan santai, ke pasar, ke sawah atau hanya bercengkerama dengan tetangga. Mereka akan sangat senang memberikan petunjuk jika kita meminta dengan sopan tentunya.

Kami pun sampai di area parkir kendaraan Punthuk Stumbu. Agak terlambat  karena kami sempat tersesat, jam di handphone saya sudah menunjukkan pukul 05.40, dan pagi sudah terang. Kami cepat- cepat membeli tiket masuk, Rp. 15.000 untuk wisatawan domestik dan Rp.30.000 untuk wisatawan manca negara. Tapi kami masih harus trekking sekitar 15 menit untuk sampai di atas, sehingga kami berjalan setengah berlari, khawatir akan kehilangan momen sunrise yang legendaris itu.

Jalan setapak menuju puncak bukit Punthuk Stumbu
Jalan setapak menuju puncak bukit Punthuk Stumbu
Jalan setapaknya kecil dan licin. Mind your step ya.
Jalan setapaknya kecil dan licin. Mind your step ya.

Setelah sampai di atas, voilaaa…….. ini dia perpaduan cantik Borobudur, sunrise, Merapi, dan Merbabu. Such a breathtaking view, isn’t it?

Merapi, Merbabu, Borobudur, dan Sunrise. Perfect, isn't it?
Merapi, Merbabu, Borobudur, dan Sunrise. Perfect, isn’t it?
Misty Borobudur. Creepy and pretty at the same time. No?
Misty Borobudur. Creepy and pretty at the same time. No?

Ternyata masih banyak turis- sebagian besar turis asing yang saya analisa sebagai para backpacker muda- yang menikmati pagi di Punthuk Stumbu. Sambil melihat indahnya view di depan mereka, menyeruput kopi panas, dan bercengkerama dengan teman-temannya. Aih, nikmatnya!

Saya sendiri, untuk sesaat saya terdiam, mengagumi apa yang didepan mata saya. Merekam semua keindahan itu. Subhanallah! Andai ada kamera yang mampu menangkap momen sesempurna mata manusia.

Setelah puas memandangi indahnya mahakarya alami itu, saya ngobrol-ngobrol sejenak dengan seorang guide yang ternyata warga desa Karangrejo. Ah, tapi saya lupa tanya namanya. Kata beliau, Punthuk Stumbu ini mulai ramai sejak 7 tahun lalu, tetapi baru diresmikan pemerintah sebagai objek wisata pada 2010.

Hari- hari biasa kebanyakan pengunjung adalah bule, wisatawan lokal biasanya datang pada weekend saja. Tetapi paling ramai saat Waisak, bisa mencapai 2000 orang! Pengelolaan Punthuk Stumbu saat ini dilakukan secara swadaya oleh warga desa. Pendapatan dibagi ke seluruh dusun di Karangrejo, ada 9 dusun sehingga efeknya bagi perkembangan ekonomi warga desa lebih nyata.

Punthuk Stumbu aka Borobudur Nirwana Sunrise
Punthuk Stumbu aka Borobudur Nirwana Sunrise
Ada gardu pandang juga lho. Pas buwat yang suka motret2
Ada gardu pandang juga lho. Pas buwat yang suka motret2

Waktu paling bagus sekitar jam 05.00-05.30 pas matahari baru terbit. Setelah itu juga masih bagus kok. Kalau nggak dapat sunrise, masih bisa dapat pemandangan Borobudur yang diselimuti kabut dan itu cakep bangettt.

Uniknya, pemandangan sunrise yang ditawarkan setiap bulan bisa beda- beda lho, sesuai periode revolusi bumi terhadap matahari kurang lebihnya ya. Bulan Januari seperti sekarang matahari  terbit di arah selatan, lalu mulai ke arah utara, puncaknya bulan April- Mei matahari terbit diantara Merapi dan Merbabu, katanya ini yang paling cantik dan menjadi buruan para forotgrafer dunia. Keren ya!

Punthuk Stumbu punya masa depan yang gemilang sebagai sebuah objek wisata, apabila dikemas secara apik dan bijaksana. Dengan melibatkan warga sekitar sehingga terus menggerakkan roda ekonomi masyarakat, melalui pengawasan pemerintah sebagai otoritas pengayom, dan tentunya pengunjung yang bertanggung jawab.

Sebagai warga Magelang, dengan bangga saya mengundang kamu semua, dear lovely readers, jadi kapan ke Punthuk Stumbu? 🙂

Notes: foto- foto di atas diambil dengan kamera iphone. Kebayang kan pake kamera handphone aja udah cakep apalagi pake kamera lensa panjang itu. hehe.

Advertisements

14 thoughts on “Menyapa Pagi Borobudur di Punthuk Stumbu

  1. Waaahhh… keren ya view Borobudur berselimut kabut gituuu…
    berarti kalo masih gelap mesti bawa senter ya buat trekking ke atas… pengen deh liat sunrise Borobudur juga mumpung masih tinggal di Semarang… tadinya pengen ngerasain yang langsung di candi, tapi baca ini kok jadi pengen ngerasain yang di sini juga

      1. Tapi walau gelap, rutenya aman kan ya? Nggak ada kemungkinan dicegat rampok dsb di tengah jalan? *maap lebay* 😀
        Soalnya pengennya pas weekdays gitu, khawatir lebih sepi daripada weekend

      2. Enggak mbak. Insyaallah aman kok. Klo ragu, minta antar tukang ojek yg dideket parkiran borobudur aja mbak. Dr jalan utama, masuk ke lokasinya mmg lumayan jauh

    1. Hai mb ika, salam kenal 🙂
      Wah kita tetanggan ya mbak. Hehe.
      Iya udah deket bgt itu mbak, boleh lah di sempet2in ya. Keren mbak.
      Klo udah cakep dipoto pake apa aja jg cakep ya mbak hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s