Menemui Pesut Mahakam di Muara Kaman, Kutai Kertanegara

Pesut, mungkin bukanlah binatang populer seperti singa si raja hutan atau panda dari dataran China sana.
Pesut atau sering juga disebut lumba- lumba air tawar ini konon hanya hidup di tiga sungai di dunia yaitu sungai Irrawady, Mekong dan Mahakam.Binatang endemik Kalimantan Timur ini populasinya semakin menurun sehingga dikategorikan sebagai hewan terancam punah. Bisa menemuinya di habitat aslinya tentu saja sebuah rejeki dan pengalaman tak terkira.—

Pagi itu belum sampai pukul 7 pagi kami sudah meninggalkan Samarinda menuju Muara Kaman, titik awal kami menyusuri anak sungai Mahakam dengan harapan bisa bertemu si lumba- lumba dari Mahakam.

Tiga jam berkendara kami melewati hutan tropis Kalimantan, perumahan transmigran, kebun sawit dan sesekali dikejauhan terlihat lahan gundul khas area pertambangan.

Sampai di Muara Kaman kami menyewa cess, sebutan orang lokal untuk perahu kecil bermesin yang akan mengantar kami menyusuri sungai Kedang Rantau, anak sungai Mahakam untuk menemui sang legenda pesut Mahakam.

Sekitar pukul 1 siang dengan panas yang lumayan terik kami mulai menyusuri sungai ke arah hulu. Perjalanan kali itu dilengkapi dengan pemandangan hutan tepian sungai, enceng gondok, hewan- hewan liar seperti monyet, biawak, dan burung- burung liar, serta langit biru cerah dan gugusan awan putih yang berbentuk sesuai imaji kami masing- masing. Ahh, kombinasi yang indah kan! And this show last during our cruise!

 IMG_6369
Pak Yopi- joki cess kami rupanya orang yang berpengalaman mencari keberadaan pesut. Sekitar satu jam berkendara kami berhenti di sebuah teluk, atau persimpangan anak sungai. Saat sedang lahap menikmati bekal makan siang, tiba- tiba pak Yopi berteriak sambil menunjuk suatu titik. Ah, rupanya sekawanan pesut yang terdiri dari 3-5 ekor baru saja menampakkan diri ke permukaan sungai. Segera kami tinggalkan kegiatan makan siang lalu dengan sigap mengambil kamera untuk mengabadikan momen langka itu.
Penampakan Pesut Mahakam, cuma kelihatan punggungnya
Penampakan Pesut Mahakam, cuma kelihatan punggungnya

Beberapa kali kawanan pesut timbul ke permukaan air untuk menghirup udara ( ingat, pesut adalah mamalia). Sebelumnya dia akan mengeluarkan suara yang kemudian kami jadikan patokan bahwa sebentar lagi akan ada pesut yang timbul ke permukaan.

Tidak seperti lumba- lumba yang gemar beratraksi lompat ke udara, kawanan pesut yang kami temui kemarin hanya sesekali timbul ke permukaan.

Penampakan Pesut Mahakam
Penampakan Pesut Mahakam
Karena hanya dipersenjatai dengan kamera hp dan DSLR lensa standar, kami tidak bisa menangkap foto pesut dengan jelas. Kami harus menjaga jarak sekitar 20-30 meter, mematikan mesin cess dan dilarang berisik atau pesut akan semakin menjauh.
Kami sangat beruntung bisa “main petak umpet” selama hampir 3 jam dengan kawanan pesut Mahakam sampai akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena hari mulai sore.
Pesut biasanya muncul jika air sungai sedang pasang, bahkan jika sedang pasang tinggi pesut sering muncul di tepian sungai dekat pemukiman warga di Muara Kaman.
Saat ini populasi pesut semakin menurun, dengan perkiraan jumlah terkini tidak mencapai 100 ekor karena sering tertangkap jaring nelayan, polusi sampah, sumber makanan yg semakin berkurang serta peningkatan aktivitas lalu lintas Sungai mahakam terutama oleh aktivitas tambang yang pastinya menggusur habitat pesut.
Alhamdulillahnya masih ada yang peduli dengan hewan yang juga jadi maskot Kaltim ini, yaitu komunitas Save Mahakam Dolphin yang berusaha melestarikan keberadaan pesut Mahakam salah satunya dengan melakukan edukasi kepada masyarakat sekitar.
Untu info lebih lanjut tentang komunitas Save the Mahakam Dolphin bisa cek akun FB Save the Mahakam Dolphin dan twitter @savepesutmahakam
Pengalaman bertemu pesut Mahakam kali itu sangat membahagiakan kami. Yes we were literally soooooo happy. Girang banget lah pokoknya. Semoga bukan cuma generasi kami saja yang masih bisa melihat pesut. Semoga generasi anak cucu kita selanjutnya juga tidak hanya mengenal pesut lewat buku sejarah atau museum saja ya. Semoga. Let’s Save Mahakam Dolphin!

 

Bonus: Sunset Muara Kaman
Bonus: Sunset Muara Kaman
Jalanan di Muara Kaman
Jalanan di Muara Kaman
Notes:
1. Sewa cess/ perahu di Muara Kaman, CP: Pak Us +62 821 51797673. Tarif Rp.450 ribu + bensin 10-15liter.
2. Penginapan Martapura di Muara Kaman, CP 0811 5823639. Harga mulai dari Rp.50-100/ kamar untuk 2 orang, kamar mandi luar, kipas angin, lumayan bersih.
3. Transportasi dari Balikpapan- Samarinda Rp.350 ribu/ mobil (Avanza/ Innova). CP: pak Rifai 0813 50378893, pak Ilyas 0812 48515527.
4. Transportasi Samarinda- Muara Kaman, Rp.900ribu pp. CP: pak Nurul 0813 46281989. Atau bisa juga dengan driver dari Balikpapan, tinggal nego harga saja.
5. Transportasi dalam kota Balikpapan : CP Pak Agus 0813 47030940, seharian Rp.400-500 ribu tergantung jarak dan tujuan.
6. Warung makan di muara Kaman cukup banyak, harga sekali makan Rp.12ribu-20 ribu. Masih terjangkau 🙂

 

Advertisements

17 thoughts on “Menemui Pesut Mahakam di Muara Kaman, Kutai Kertanegara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s