Balloons over Bagan, Myanmar

Saatnya Traveling ke Myanmar!

Myanmar? Ngapain travelling ke Myanmar? Itu kan bukan negara popular? Memang ada apa di sana? Mau jadi relawan Rohingnya? Mau jengukin Aung San Suu Kyi?

Itulah beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan teman- teman saya ketika tahu saya akan ke Myanmar. Kalau boleh jujur, Myanmar sebenarnya juga tidak berada dalam top bucket list yang pengen banget saya datangi.

Berawal dari ajakan Jenni di akun path dengan spoiler gambar Bagan yang indahnya sudah seperti lukisan surreal dengan hamparan temple (candi) dengan latar sunrise dan balon udara yang terbang di langit Bagan. Aaah, I must be there, soon!

Balloons over Bagan, Myanmar
Ini dia gambar yang bikin mupeng ke Myanmar! Sumber dari sini

Tidak seperti Malaysia, Singapura, atau Thailand, negara Myanmar alias Burma yang masih berstatus negara tetangga di Asia Tenggara ini memang belum menjadi negara favorit kunjungan bagi pelancong Asia, terutama Indonesia, tapi cukup populer bagi traveller bule, terutama dari Eropa dan Amerika Utara lho.

Myanmar memang salah satu negara di Asia Tenggara dengan isu politik dan keamanan yang belum stabil. Makanya orang- orang jadi malas mau kesana. Sebelum memutuskan akan travelling ke Myanmar, yang lekat di pikiran saya tentang Myanmar cuma tiga objek: Junta Militer, Aung San Suu Kyi, dan Rohingya.

Kalau kamu pernah lihat film The Lady yang dibintangi oleh Michelle Yeoh yang bercerita tentang perjuangan Aung San Suu Kyi ( perempuan pejuang demokrasi Myanmar dan salah satu peraih Nobel Perdamaian), ya begitulah gambaran umum Myanmar secara politik. Pemerintahannya dikuasai oleh Junta Militer,terisolasi dari dunia internasional termasuk embargo ekonomi dari AS dan Uni Eropa, serta tak ada ruang untuk demokrasi, bahkan Aung San Suu Kyi dijadikan tahanan rumah selama belasan tahun, sampai akhirnya bebas pada 2010.

Belum lagi isu pembasmian etnis minoritas muslim Rohingya. Kalau sering melihat berita di TV atau baca koran, banyak anggota suku Rohingya yang dibunuh tanpa alasan yang jelas. Sehingga banyak orang Rohingya yang terusir akhirnya kabur dari tanah kelahirannya untuk mencari suaka, beberapa rombongan ada juga yang sampai ke Makassar.

Tapi kini Myanmar mulai berbenah diri. Sejak beberapa tahun lalu ia mulai membuka diri kepada dunia internasional. Ia juga sadar akan potensi wisata yang mampu mendatangkan devisa dan perbaikan ekonomi bagi masyarakatnya.

Kabar baiknya lagi, WNI yang tadinya harus membuat visa jika ingin berkunjung ke Myanmar, saat ini sudah bebas visa kunjungan selama 14 hari (yeayyy).

Kalau melihat gambaran Myanmar beberapa tahun lalu, agaknya mirip dengan Indonesia beberapa puluh tahun lalu. Bayangkan gedung-gedung bertingkat yang tua, mobil – mobil keluaran tahun 70-an, jalan raya yang belum teraspal sempurna. Tapi apa yang saya lihat selama kunjungan di Myanmar kemarin (Yangon, Mandalay, Bagan) kesan ‘kota terbelakang’ memang masih terasa tapi tampaknya ia sudah jauh lebih modern dengan banyak mobil keluaran baru, bahkan ada mall dengan merk- merk mahal.

Lalu bagaimana dengan isu keamanan terutama bagi wisatawan? Alhamdulillah selama perjalanan saya merasa aman bahkan selalu ditolong warga lokal. Malahan, saya santai saja jalan- jalan di Yangon dengan tas ransel di belakang padahal saya jalan di keramaian. Tentu beda kasus kalau kamu travelling ke wilayah konflik ya. Hehe.

Saya memang lebih memilih tempat yang belum banyak dikunjungi oleh orang lain. Sensasinya lain. Apalagi ia memiliki pesona destinasi yang tidak dimiliki oleh tempat lain.

Setidaknya ada 4 destinasi utama yang sangat menarik di Myanmar yaitu: Yangon, Mandalay, Bagan dan Inle. Setiap kota memiliki objek khasnya, misalnya Yangon sebagai mantan ibu kota yang padat penduduk lekat dengan image kota tua nya (banyak objek human interest menarik di sini), Mandalay banyak pagoda, biara dan biksu nya, Bagan dengan kota dua ribu candinya, dan Inle dengan nelayan yang lihai mendayung dengan kaki (ini juga keren banget).

Surreal sunrise view over Bagan, Myanmar
Surreal sunrise view over Bagan, Myanmar

Oiya, buat yang suka belanja batu mulia, Mandalay merupakan tempat yang tepat untuk hunting berbagai jenis batu dari safir, emerald, jade, dll lho.

Dan, bukan hanya keindahan tempat saja yang saya temui sepanjang perjalanan. It worthed more than the pretty places. Banyaaaak pengalaman baru yang saya temui di sepanjang perjalanan. Interaksi dengan sesama traveler dan penduduk lokal, kebiasaan dan budaya lokal, bahkan pengalaman lost in translation yang seru- seru ngeselin; yang semuanya memberikan pengalaman menarik dan wawasan baru.

Jadi kapan kamu ke Myanmar dan segeralah berseru ‘’Mingalabar, Myanmar’!

Advertisements

24 thoughts on “Saatnya Traveling ke Myanmar!

      1. Pasti sih lebih cantik aslinya…

        Aamiin…
        Bertambah lagi daftarr tujuan yg nih, dan memang Indonesia teh cantik pisan alamnya…😊

        Ahahaa…sering baca romantis akhir2 ini 😃

    1. Wikikikiiii, siapppp mbak e!

      Ntr hanimun kesitu ya mbak. Seru deh. Di bagan byk hotel2 bagus gitu, mendukung buat hanimunan 😆
      *semua aja direkomen hanimun kesitu. Hahaha*

    1. Yes you should be there soon nabila! Seru bgt nab, beneran jd membuka wawasan ttg myanmar. Tdnya yg ak tau ttg myanmar plg banter cuma ttg aung san suu kyi sama rohingya aja

  1. Maaf, saya mau tanya. Bandara terdekat dengan Myanmar International Convention Center 2 dimana ya?
    Jika seandainya yang terdekat bandara di Yangon, akomodasi apa saja yang ada agar bisa sampai ke MICC2? terima kasih 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s