Itinerary Jalan- Jalan ke Myanmar

Karena ada beberapa temen yang pada bertanya itinerary trip Myanmar saya pada Oktober 2014 lalu, berikut saya buatkan postingan khusus tentang itinerary trip saya tersebut.

Saya jalan- jalan ke tiga destinasi utama di Myanmar, yaitu Yangon, Mandalay, dan Bagan. Sebenarnya masih ada beberapa destinasi menarik lainnya seperti Bago dan Inle Lake. Tapi apa daya, keterbatasan waktu membuat saya harus memilih prioritas tempat yang sangat ingin saya datangi.

Bus dalam kota Yangon
              Bus dalam kota Yangon

Berikut itinerary singkat Myanmar trip saya berikut sedikit reviewnya, selama 5 hari pada akhir Bulan Oktober 2014:

Hari 1

  • Fight KL- Yangon, tiba di Myanmar jam 08.00 pagi. Waktu local Myanmar adalah GMT+6,5 atau setengah jam lebih lambat dari WIB.
  • Tiba di Yangon, saya langsung menuju Aung Mingalar Bus Station untuk membeli tiket ke Mandalay. Ada beberapa operator bus yang melayani rute Yangon- Mandalay, saya memilih JJ Express, seharga 11.000 kyat berangkat jam 9 malam. Jujur saya nggak mengira akan mendapatkan pelayanan yang sememuaskan itu dari sebuah operator bus di Myanmar. Kalau saya bandingkan dengan bus- bus malam yang melayani rute Makassar-Toraja atau Makassar- Sorowako (saya tidak membuat perbandingan dengan bus di Jawa karena sudah lama tidak bepergian dengan bus malam di Jawa), pelayanan JJ Express jauuuuh memuaskan. Pertama, staf yang bisa berbahasa Inggris walaupun tidak begitu lancar tapi masih bisa saling mengerti. Ini penting, terutama untuk para pelancong yang pengetahuan bahasa Myanmarnya nol besar. Kedua, penumpang bisa menitipkan tas atau barang bawaan di kantor yang sekaligus menjadi pool bus. Setiap tas akan diberikan tag dan disimpan dengan rapi di tempat aman. Ketiga, ada wifi! Ini juga penting, kadang kita lupa mencari info tentang tempat tujuan, atau sekedar ingin member kabar kepada keluarga dan teman di rumah, atau biar bisa tetap eksis di sosmed. Keempat, ada kopi panas gratis selagi menunggu bus berangkat. Kelima, ada toilet dan kamar mandi yang cukup bersih. Ini pun juga penting, kalau kita cuma transit di Yangon sehingga tak sempat membersihkan diri di penginapan. Lumayan kan bisa bebersih sebelum perjalanan jauh, biar nggak gatal- gatal selama di bus. Keenam, bus berangkat tepat waktu! Oiya, busnya juga bus baru dengan air suspension yang nyaman dan bersih dilengkapi bantal dan selimut bersih, dapat sebotol air mineral pula. I totally recommend JJ Express for your trip!
  • Setelah mengamankan tiket ke Mandalay, saya kembali ke pusat kota. Tujuan utama adalah Bogyoke Aung San Market, kami ingin jalan- jalan sekalian tukar uang dan beli longyi. Tapi ternyata, pasar Bogyoke Aung San tutup setiap hari Senin. Akhirnya kami jalan- jalan di downtown Yangon yang begitu ramai dengan lalu- lalang orang. Kami mencoba beberapa street food dan mengamati orang- orang Yangon beraktivitas.
  • Sekitar jam 8 malam, saya kembali ke Aung San Mingalar Bus Station dengan taksi putih yang disewa bersamaan dengan 3 orang lainnya. Tadinya kami berencana naik taksi dengan ongkos 1.000 kyat per orang yang memang menuju ke terminal, semacam mobil omprengan kalau di Jakarta. Tapi karena pas bubaran kantor, taksinya penuh semua. Sewa taksi sendiri harganya bisa sampai 10.000 kyat! Singkat cerita, saya dibantu oleh 3 orang kantoran yang juga ingin pulang dan searah ke terminal. Akhirnya kami putuskan untuk sharing taksi, karena tujuan saya dan Jenni paling jauh jadi kami bayar 1.500 kyat per orang.
  • Perjalanan Yangon – Mandalay dengan JJ Express, berangkat jam 9 malam dan sampai di terminal Mandalay jam 6 pagi.
Detail eksterior Shwenandaw Kyaung  di Mandalay
Detail eksterior Shwenandaw Kyaung di Mandalay

Hari 2

  • Sampai di Mandalay jam 6 pagi, langsung cari taksi menuju Golden Dream Hotel di 30th street. Nanti akan saya tulis review tentang Golden Dream Hotel, overall pelayanan hotel juga lumayan memuaskan.
  • Sekitar jam 10 pagi, kami keluar hotel dan berencana keliling Mandalay. Tadinya mau jalan kaki, tapi ternyata dari satu tempat ke tempat lain jaraknya lumayan jauh ditambah cuaca panas dan jalanan kering berdebu. Akhirnya kami menerima tawaran seorang tukang becak sepeda bernama Hla Soe untuk berkeliling ke beberapa spot wisata. Saya begitu bersyukur bertemu Hla Soe (nanti saya ceritakan di postingan khusus tentang si Hla Soe ini) yang bisa bicara sedikittt bahasa Inggris tapi begitu sabar dan bersemangat mengguide kami keliling Mandalay. Saya dan Jenni begitu terharu dan sempat menitikkan air mata saat akan berpisah dengan Hla Soe. Dengannya kami berhasil mengunjungi Jade Market (Mandalay terkenal dengan pasar yang menjual batu mulia seperti safir, rubi, emerald, dll. Hati- hati kalap!), Shwenandaw Kyaung (Shwenandaw Monastery), mampir toko souvenir sambil coba pakai bedak thanaka, Mahamuni Paya (Paya adalah pagoda dalam bahasa Myanmar), ke Joon mosque untuk solat (saya akhirnya solat di rumah penduduk karena wanita nggak boleh solat di masjid), Kuthodaw Paya, Sunset di Mandalay Hill, nonton Mandalay marionette puppet show. Ongkos sehari jalan- jalan itu hanya 5.000 kyat per orang, tadinya Hla Soe malah cuma meminta 4.000 kyat. Ah, jadi kangen Hla Soe!
Joon Mosque, salah satu masjid di moslem area di Mandalay
Joon Mosque, salah satu masjid di moslem area di Mandalay

Hari ke 3

  • Masih di Mandalay, kami sudah janjian dengan seorang tour agent untuk one day trip keliling 4 kota tua di Mandalay yaitu Amarapura, Sagaing, Mingun, dan Inwa (Ava). Ongkosnya 45.000 kyat untuk 2 orang, sudah lengkap dengan driver yang sekaligus menjadi tour guide. Kalau mau irit atau misalnya cuma jalan sendiri bisa sewa ojek sepeda motor.
  • Jam 8.30 malam saatnya berangkat ke Bagan dengan Shwe Mann Thus Bus tiketnya seharga 8.500 kyat. Jarak tempuh normal sekitar 7-8 jam, artinya jadwal tiba di Bagan sekitar jam 03.30- 04.30 dini hari. Tapi kami sampai di terminal bus di Nyaung U, terminal bus utama di Bagan sekitar jam 1 pagi! Entah sengebut apa si sopir bus karena saya sukses tidur setelah minum antimo. Saya dan sepasang traveler asal Israel sama- sama bengong sambil bertanya ke sopir untuk memastikan bahwa kami memang sudah sampai di Nyaung U.
Wajah Myanmar dengan bedak Thanaka
Wajah Myanmar dengan bedak Thanaka

Hari ke 4

  • Rencananya, kami tidak akan menginap di Bagan. Kalau sesuai rencana, bus akan tiba sekitar pukul 3-4 dini hari, kami numpang bebersih diri di agen bus sambil menitipkan backpack kami lalu mengejar sunrise dan keliling Bagan. Sorenya kami naik bus lagi menuju Yangon. Tapi, karena bus terlalu dini hari sampai di Bagan, maka kami harus mencari penginapan untuk beristirat sebelum menanti sunrise.
  • Akhirnya setelah setengah jam lebih berputar- putar mencari penginapan murah (karena cuma akan dipakai mandi, tidur sebentar sampai jam 5 pagi) diputuskan book 1 kamar di Cherry Pan Motel seharga 14 USD dengan kipas angin dan kamar mandi luar. Iya, penginapan di Bagan memang lebih mahal daripada di Yangon dan Mandalay karena arus turis di sini sangat tinggi. Dan, sebaiknya book hotel sebelum sampai di Bagan, karena saat peak season cari penginapan di Bagan lumayan susah, karena occupancy rate nya sangat tinggi.
  • Sekitar jam 4.30 pagi kami kami berangkat ke Shwe San Daw pagoda untuk menyaksikan matahari terbit, menggunakan sepeda onthel sewaan seharga 4.0000 kyat sehari. Kalau malas capek naik sepeda, bisa juga sewa sepeda listrik atau naik delman. Penginapan biasanya menyediakan penyewaan sepeda dan sepeda listrik.
  • Seharian kami habiskan keliling – keliling ke beberapa pagoda di Old Bagan antara lain ke Ananda Paya, Hitlominlo Paya, Thatbinyu Paya, dan beberapa pagoda kecil lainnya. Jika masih ingin berkeliling Bagan, siapkan waktu lebih karena Bagan Archeological Zone ini memiliki sekitar 2000 pagoda yang siap untuk dijelajahi!
  • Menjelang sunset, kami kembali ke Shwe San Daw Pagoda untuk melihat matahari terbenam. Datanglah lebih cepat, karena turis yang ingin menyaksikan sunset jauuuh lebih banyak daripada saat sunrise tadi pagi.
  • Pukul 7.30 malam bus kami berangkat dari Bagan menuju Yangon dengan tiket seharga 13.000 kyat, dan sampai di Yangon sekitar jam 5 pagi.
Menenun Longyi, Amarapura- Mandalay
Menenun Longyi, Amarapura- Mandalay

Hari ke 5

  • Welcome back to Yangon! Dari terminal kami segera menuju penginapan di Aung Tha Pyay Hotel 2 yang ternyata lumayan jauh dari pusat kota. Secara umum, saya kurang puas dengan pelayanan hotel karena kamar hotel kurang bersih, tetapi staf hotel lumayan helpful.
  • Hari terakhir di Yangon, tidak terlalu pengen kemana- mana. Agendanya cuma ke katedral Saint Mary yang arsitektur gotiknya cukup menarik, Bogyoke Aung San Market untuk cari oleh- oleh dan Shwedagon Pagoda. Kami sempat masuk ke Parkson mall, tidak jauh dari Bogyoke Aung San Market karena penasaran barang bermerek apa saja yang dijual di dalam mall. Ternyata ada outlet Giordano yang harganya murah banget dibandingkan harga di Indonesia, misalnya kaos seri traveler yang belum masuk Indonesia cuma sekitar Rp. 150 ribu, celana sekitar Rp.200 ribuan! Murah kan ya! Saat sedang jalan kaki ke arah Shwedagon Pagoda, kami ketemu om Damak dan om Saepudin yang adalah Chef Toba Restaurant, yang masih menjadi satu-satunya resto Indonesia di Yangon. Jadi tak ada salahnya kami mampir sebentar ke Toba.

Hari ke 6

  • Bye Yangon! Flight Yangon- KL jam 08.30 waktu Yangon, sampai di KL sekitar jam 1 siang.

Begitulah kira- kira itinerary Myanmar trip saya di tiga kota Myanmar, semoga bisa menjadi referensi yang membantu 🙂

Advertisements

25 thoughts on “Itinerary Jalan- Jalan ke Myanmar

  1. ibu2 yg pakai bedak Thanaka itu.., sama ya kebiasaannya dengan orang kalsel yg juga suka pakai bedak dingin ke mana2..
    gimana rasanya pakai bedak Thanaka ?

    1. Iya mb, seperti org Bajo juga. Di jawa jg ada sebenarnya, tp sdh jrg org pake. Pake thanaka enak mb, adem2 gitu rasanya diwajah. Itu ak pake seharian selama kliling2 Mandalay, srg diliatin sm org2 haha

      1. orang2 heran liat turis mau ikutan spt mereka ya…
        aku dulu juga suka pakai bedak dingin abis pulang sekolah, tp ya nggak berani keluar rumah he..he..

      2. Org myanmar dari bayi sampe nenek2, kemana- mana pake thanaka mb. Lumayan mempan ngalangin matahari kayaknya. Kdg ada yg pake sampe di lengan juga. Ak malah dikasih satu set kayu thanaka + gerusannya sm keluarga muslim tempatku numpang sholat. Terharu deh, baik2 org sana

      3. oh.. thanaka itu dari bubuk kayu, bukan spt campuran jamu gitu ya?
        mengesankan ya ketemu orang2 baik di sana, kirain mereka orang yg dingin krn pengaruh pemerintahan militer

      4. Sama sekali engga mbak, lugu2 baik2 orgnya. Kadang iya sih ngrasa mereka suka ngliatin, tp itu kyknya karena penasaran ini orang darimana karena sama2 muka2 asia gitu kali ya

        Jd thanaka itu dari kayu lalu diparut di parutan dari batu/ semen. Thanaka paste uda byk dijual jg, tp byk jg yg beli kayunya nanti diparut sendiri

      5. sama aja dgn kita yg suka ngeliatin turis bule dan manggil2 hello mister he..he.., aku dulu suka nekat negur biar belajar bahasa Inggris

  2. lagi mau nyusun itin untuk 3hari 2malam, bingung ternyata banyak yang mau dikunjungi. pengennya gini, hari pertama tiba pagi keliling yangon, malamnya naik bus ke bagan. hari kedua explore bagan, malamnya naik bus ke yangon, hari ketiga explore yangon lagi sampai malam, terbang ke kl. ada saran gak?

  3. Hi, thank ya, udh review neh blognya, kynya mo copas itinnya. mau tanya dong,:
    1. tiket jj express beli di terminal bus or book dr indonesia?
    2. Boleh minta info yang tour di mandalay seharian, bisa info tour agentnya?
    3. tiket bus bagan mandalay, beli dimana ya?

    Thanks

    1. Thx nia smg berguna infonya:
      1. Tiket jj beli lgsg di aung mingalar station, yangon
      2. Klo uda di myanmar, coba telp 959 420778104 koko mandalay yg nganter tour mandalay
      3. Ak dr yangon-mandalay- bagan-yangon semua tiketnya beli di terminal bis nya

      1. Thanks replynya, untuk tiket bis pasti dapet ya wlpn beli langsung..hehe tkut kehabisan. Oh ya disana pake operator hp nya gmn? beli kartu lg atau pake kartu indonesia?..rencana brgkat 12 may neh..

      2. Operator bus nya ada bbrp kok, tp klo takut keabisan bisa beli online aja. Klo sms/ telp sinyal telkomsel msh ada kok di bbrp tmpt spt di yangon. Klo wifi di hotel biasanya uda bagus kok, di pool bis jj yg di aung mingalar bus station jg ada wifi

  4. Hallo mbak,

    Setelah baca ini, saya baru menyesal, ga lebih lama lagi di Myanmar, rencana taun depan (Udah beli tiket) untuk 3 hari, tapi hanya ke Yangoon aja. Kira2 apa yang bisa dilakukan ya mbak, selama 3 hari di Yangoon?

    Pdhl setelah baca ini, pengen juga ke Mandalay, tp masih belum tertarik ke Bagan (Karena memang harganya sdkt mengerikan), hehehe.

    Ohiya, kalo mau jalan2 ke daerah wisata lebih baik ngeteng pake kendaraan umum atau pake jasa semacam tuk2 atau lainnya di Yangoon?

    Sebelumnya terima kasih banyak, sama info2nya, sangat menarik

    1. Halo hidayat, trimakasih sudah mampir.
      3 hari sptnya cukup utk keliling yangon.
      Tempat- tempat yg menarik di sekitar yangon cukup banyak.
      Bisa kllg downtown yangon, belanja di pasar bogyoke, pagoda sule dan shwedagon, danau kandawgyi, golden rock, dll.
      Kllg myanmar bisa dgn bus atau klopun taksi juga g trll mahal. Org myanmar juga lumayan helpful klo kita tersesat.

      Semoga membantu ya 🙂

  5. Halo, mau nanya cuaca waktu bulan Oktober pas kamu visit gmn? Aku baca beberapa artikel ada yang bilang Oktober musim ujan, ada yg blg juga perfect time utk visit. Jadi bingung. hehe. Makasih ya

  6. Halo…mo nanya Mandalay worth it ga sih buat dikunjungi…bingung antara Mandalay dan Inle pilih mana.cuaca bln okt bgmn..apa sunrise nya ada valon udara.tq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s