Oleh- Oleh Khas Makassar

Membawa pulang oleh – oleh rasanya seperti hal wajib ya untuk sebagian besar orang Indonesia yang bepergian ke kota/ negara lain. Apalagi kalau yang pergi ibu- ibu, pastilah itu list belanjaan oleh- oleh panjangnya bisa ngalahin rel kereta api.

Nah, seperti halnya kota- kota tujuan wisata lainnya, kota Makassar juga menawarkan beragam jenis oleh- oleh yang siap membuat menggoyang kantong. Hehe. Serunya lagi, sebagai ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, di kota Makassar juga mudah ditemui oleh- oleh khas dari kota- kota lain di Sulsel seperti dari Tana Toraja, Pare- Pare, Bone, Sengkang, dll.

Kalau Yogyakarta punya Jalan Malioboro, maka Makassar punya Jalan Somba Opu yang siap memanjakan para pemburu oleh- oleh khas kota Daeng ini. Nah, ini dia beberapa referensi oleh- oleh yang bisa kamu bawa pulang dari Makassar. Sebagian merupakan hasil pengalaman pribadi, sebagian lagi hasil karena keseringan ngider di Jl Somba Opu.

  1. Kain Sutera Sengkang dan Kain Toraja

Kalau kamu penggemar kain- kain khas nusantara, maka kain khas Sengkang dan Toraja harus masuk ke dalam list koleksi kamu. Sengkang memang terkenal sebagai sentra kain tenun sutera di Sulsel. Produknya bervariasi dari kain semi sutra (campuran katun dan sutra) sampai yang sutra 100%. Kain tenun Sengkang yang hadir dalam beragam warna dan motif khas garis- garis ini cocok untuk dibuat rok, baju, atau gaun. Lumayan kan menambah koleksi pakaian untuk acara resmi. Oiya kadang malah ada toko yang jual kemeja atau setelan jadinya lho!

Kain tenun sutra Sengkang. Choose at your preferences!
Kain tenun sutra Sengkang. Choose at your preferences!

Berada di dalam toko kain sutera is totally heaven for me! Duh, itu kain nya seperti ngawe- awe (red: melambai-lambai/ Bahasa Jawa) minta dibawa pulang. Saking ngefansnya dengan kain tenun Sengkang, saya juga sering memilih kain sutera Sengkang untuk alternatif kado pernikahan atau ulang tahun.

Tas dari kain tenun Sengkang
Tas dari kain tenun Sengkang

Sudah dapat kain sutera khas Sengkang, eitss sabar dan tetap jaga baik- baik dompetmu, karena masih ada ragam kain khas Toraja yang juga siap kamu bawa pulang. Kain Toraja kebanyakan bermotif binatang atau manusia dan biasa digunakan untuk selimut, taplak atau dipajang sebagai hiasan dinding tergantung dari ukuran dan tebal kainnya. Ada juga syal/ selendang kecil yang siap mempercantik tas punggung/ tas selempang kamu.

Kain Toraja di Desa Pallawa, Tana Toraja. Kain- kain tersebut juga dijual di Makassar kok :)
Kain Toraja di Desa Pallawa, Tana Toraja. Kain- kain tersebut juga dijual di Makassar kok 🙂 Mas, mas nawarnya jangan banyak2
  1. Minyak Tawon dan Balsem Tawon

Kalau ini produk favorit ibu saya. Hehe. Sejak saya kecil dulu kalau keseleo atau luka, ibu biasanya mengoles minyak tawon di area yang terluka. Lumayan juga bisa lebih cepat mengeringkan luka.

Nah, saat saya datang ke Makassar barulah saya tahu kalau minyak tawon andalan ibu saya itu ternyata berasal dari kota Daeng ini. Minyak tawon terdiri dari 2 jenis yaitu tutup merah dan tutup putih.

Minyak tawon tutup putih konon katanya lebih berkhasiat daripada tutup merah, karenanya harganya sekarang +- Rp.350.000 per botol! Terpaut jauh dengan tutup merah dan hanya tersedia pada kemasan 330 ml. Sedangkan minyak tawon tutup merah tersedia dalam berbagai ukuran (dari 10 ml sampai 330 ml), ada juga dalam bentuk balsem lho.

  1. Kaos khas Makassar

Kaos bertulis nama kota atau landmark atau apapun yang khas dari sebuah kota juga menjadi salah satu oleh- oleh yang paling dicari oleh pelancong. Di Makassar banyak juga kaos yang bertuliskan/ bergambar unik, misalnya makanan khas Makassar, gambar Tongkonan kha Toraja, Phinisi khas Bulukumba, tulisan Pantai Losari, atau sekedar kaos bertulis ‘I love Makassar’.

Kaos terfavorit yang pernah saya beli adalah sebuah kaos bertuliskan ‘Tobarani’ yang berarti sang pemberani dengan gambar seorang lelaki menunggang kuda. Kaos favorit untuk orang favorit 🙂

  1. Handicraft Toraja

Kalau tak ada cukup waktu untuk ke Toraja, nyicil beli oleh- olehnya dulu saja ya, ke Torajanya next time. Hehe. Banyak lho ragam handicraft khas Toraja yang dijual di Makassar, mulai dari gantungan kunci bentuk Tongkonan, ukiran kayu, tempat tisu, lukisan, sampai baju khas Toraja!

Penutup dada pakaian khas Toraja
Penutup dada pakaian khas Toraja
  1. Miniatur Kapal Phinisi

Kab. Bulukumba, sekitar 5 jam dari Makassar telah lama dikenal sebagai kampungnya para Panrita lopi alias pembuat kapal. Kapal phinisi bisa kamu bawa pulang tapi dalam bentuk miniaturnya ya. Hehe. Tersedia dari bahan kayu dan perak, miniature kapal khas Indonesia ini siap mempercantik ruang tamu.

  1. Makanan Khas: Otak- Otak, Mantao Pare, Jalangkote & Lumpia

Selain jelajah kuliner di kota Makassar, masih ada lho beberapa makanan khas yang bisa di bawa pulang untuk yang di rumah!

Otak- otak adalah salah satu oleh- oleh yang paling dicari. Ada banyak penjual otak- otak, salah satu favorit saya adalah Otak- Otak Ibu Elly di Jl. Kijang. Di tempat yang sama juga menjual Mantao khas Pare- Pare. Mantao adalah sejenis bakpao padat, rasanya paduan rasa gurih dan sedikit manis, lazim disajikan dengan dikukus atau digoreng. Mantao yang dijual kebanyakan mantao tanpa isi, tapi di kios Ibu Elly menyediakan mantao isi tenggiri yang enakkk banget! Mantao isi tenggiri ini juga salah satu favorit keluarga saya yang berhasil menggeser popularitas otak- otak.

Mantao Isi Tenggiri
Mantao Isi Tenggiri

Jalangkote adalah salah satu jajanan paling popular di Makassar. Cemilan yang mirip dengan pastel ini penuh dengan isian soun, kentang, wortel, daging, dan telur rebus serta disantap dengan sambal cuka pedas.

Jalangkote, pastel ala Makassar
Jalangkote, pastel ala Makassar

Lumpia Makassar sedikit berbeda dengan lumpia Semarang. Alih- alih menggunakan rebung, lumpia Makassar berisi irisan bengkuang dan disantap dengan cocolan sambal khasnya yang kental. Jalangkote dan lumpia banyak dijual di toko- toko sepanjang Jl. Lasinrang. Toko favorit saya untuk jalangkote adalah Jalangkote Lasinrang sedangkan untuk lumpia adalah Lumpia Sulawesi. Keduanya terletak bersebelahan di Jalan Lasinrang. Jika berniat untuk membawa sebagai oleh- oleh, sebaiknya beli yang baru digoreng setengah matang, saat akan disantap baru digoreng lagi sampai matang. Yumm! 

  1. Pisang Ijo dan Sirup DHT

Nah, kalau masih ingin merasakan sensasi manis dan segar pisang ijo, dessert khas Makassar ini bisa juga lho dibawa pulang untuk oleh- oleh.

Pisang Ijo khas Makassar
Pisang Ijo khas Makassar

Oiya, masih ingat kan sirup merah yang biasa dituangkan di atas pisang ijo? Sirup itu bukan sirup biasa lho, melainkan sirup DHT khas Makassar yang telah berpuluh tahun digunakan sebagai penyempurna tampilan dan rasa manis si pisang ijo! Sirup DHT banyak dijual di toko, supermarket, dan toko oleh- oleh seperti Toko Unggul di Jl. Pattimura Makassar.

  1. Sirup Markisa dan Terong Belanda

Jangan sampai ketinggalan sirup markisa dan Terong Belanda! Minum sirup markisa dan terong Belanda ini asli segar bangettt lho! Rasanya paduan manis dan sedikit asam, kadang masih ada bulir- bulir markisa yang sengaja dicampurkan.

Oiya saya malah pernah menginap di sebuah penginapan di Toraja yang sarapannya roti dan selai terong balanda homemade. Enakkkk!

  1. Kopi Toraja!

Ini sih nggak boleh ketinggalan dari list belanjaan oleh- oleh di Makassar! Paling tidak ada 3 jenis kopi Toraja yang dijual dipasaran yaitu Arabica, Robusta, dan special blend atau campuran keduanya. Hmmm, harumnya nggak nahan!

Kopi Toraja
Kopi Toraja
  1. Kacang Disco dan Kerupuk Bawang Surya

Ini dia my all time cemilan favorit dari Makassar: kacang disko dan kerupuk bawang!

Kacang disco sebenarnya kacang tanah yang dibalut tepung dan digoreng garing. Rasanya gurih dan renyah! Sedangkan kerupuk bawangnya rasanya gurih- gurih pedas. Pastinya bikin nagih! Selain kedua camilan d atas, masih banyak kue kering khas Sulsel yang dijual seperti kue bagea, kue tori, dodol markisa, kacang mete, coklat, dll. Choose at your preference! Manfaatkan tester yang disediakan oleh toko, karena belum tentu semua makanan cocok di lidah 🙂

  1. Emas

Dompet masih baik- baik saja? Bolehlah ya kita jajan- jajan emas *astaga jajan kok emas* Iya, cincin, kalung, anting-anting, bros. Masih di Jalan Somba Opu, selain ramai dengan toko oleh – oleh dan souvenir juga meriah oleh deretan toko emas yang menjual berbagai perhiasan emas. Oiya, emas dari Makassar ini terkenal dengan kualitasnya yang bagus lho, dengan kadar emas rata- rata diatas 90%. Ada perhiasan buatan mesin yang biasanya modelnya mewah dan heboh, emas Dubai yang berwarna- warni, dan emas Kendari handmade. Favorit saya *padahal mah cuma beli sekali* adalah emas Kendari, modelnya tradisional dan nggak lebay.

Jadi, sudah siap berbelanja oleh- oleh di Makassar?

 

Advertisements

36 thoughts on “Oleh- Oleh Khas Makassar

  1. pernah datang ke pameran kain Toraja di Museum Tekstil.., aduuh lihat kain2nya ngiler deh…, cantiik

    dan jalangkote dan es pisang ijo jadi favorit buat buka puasa, dekat rumah ada yg jual, ..

    udah suka yg berbau Makassar .., sayangnya belum pernah jalan ke sana

    1. Hihihi iya kan mb mon. Klo pas k toraja, mampir ke pembuatan kainnya jg ya mb. Seru deh

      Smg bisa k makassar segera mb mon, byk yg antri minta dicobain hehe *coto palubasa palumara kapurung barongko palubutung dll dll*

      1. pasti mau Ros mampir ke perajin tenun,
        aku suka lihat kerjanya perajin, cuma pernah lihat penenun songket dan pembatik aja ..,
        waktu di Museum Tekstil itu juga ada demo buat kain tenun.., tapi pasti beda sensasinya pas datang ke tempatnya langsung kan

  2. Postinganmu ini menggoda hati sekaligus “iman”. Kain tenun, handycraft, kopi, tas tagannya semua kereeen

    Ehiya, teman2ku dulu pernah nyoba Kopi Toraja trus langsung kancilen sampai pagi, makanya kopi ini jadi andalan pas kejar setoran tugas2 kuliah

      1. Waaaahhhhhh, sampai dibikinkan postingan khusus ^_^
        Kalo gitu, tinggalkan link di kolom komentar ya Sa, biar bisa memasukkan namamu ke daftar peserta #GAWisataDaerahmu #PelukErat

    1. Iya mb kain2nya ada buanyakkk bgt. Klo mau buat baju, kain sengkang. Klo buat dekor rumah, kain toraja.
      Balsem tawon ini hasil diversifikasi produk kyknya mb, biar g kalah saing. Hehe.
      Makassar emg cocok buat destinasi wiskul ya mb, variasi makananny byk bgt

  3. duh jadi kangen dengan makassar. dulu tiap dinas kesana selalu makan jalangkote trus makan bakmie tiktik or tuktuk ya (lupa) :/
    dan teman kantor selalu nitip minyak tawon khas sana. ohya salam kenal ya 🙂

    1. Hai mb nisa, salam kenal jg mb 🙂

      Wah dulu srg k makassar mb?
      Mi titi kali ya mb. Yg mie kering itu kan? Hehe. Enak bgt tuh emg, panas2 makannya pake cabe rawit yg kecil2 hmm 😁

      1. iya yang dicampur kuah agak kental ya. duhhh ngebayanginya aja ngiler! Iya dulu waktu masih kerja. jadi hampir tiap minggu ngabsen ke salah satu kantor telco di makassar Rosa 🙂

      2. Iya mb. Mie titi namanya. Mie kering sih sbnrnya, cuma mereknya macem2 ada mie titi, mie awa, dll. Hehe. Pjg kali lebar ya klo ngomongin makanan gini hehe

  4. Hai mbak seru bgt deh liat postnya. aku mau tanya dong beli kain kain yang kaya di foto yg mbak post di makassarnya dimana sih? aku mau ke makassar dan gara-gara baca post ini jadi tertarik beli kain juga..hehe.. oh btw salam kenal 🙂

    1. Hi Karin,

      Pusat oleh2 di makassar ada di jalan somba opu. Ada banyak bgt toko oleh2 yg jual kain, tgl pilih2 n sesuaikan sm budgetnya.

      Selamat berbelanja 🙂
      Awas kalap hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s