Warung Mangut Mbah Marto

Blusukan Demi Mangut Lele Nggeneng Mbah Marto

Sebagai kota pelajar yang dipenuhi dengan anak- anak muda dari pelosok negeri dan berbagai penjuru dunia, Yogyakarta belakangan ini semakin marak dengan kafe dan restoran berkonsep modern. Tetapi daya tarik kuliner khas pedesaan Jawa nyatanya juga tak kehilangan pesonanya dalam memanjakan lidah para pelancong walaupun tempat- tempat kuliner ini biasanya mblusuk atau berada agak jauh dari pusat kota.

Adalah Mangut Lele Nggeneng Mbah Marto yang menjadi salah satu primadona kuliner di daerah selatan Yogya, tepatnya di Jl. Paris alias Jl. Parangtritis. Alih- alih berlokasi di pinggir jalan dengan papan nama besar dan bangunan yang luas, Mbah Marto justru menjajakan mangut lele legendarisnya di rumah nya yang sederhana dan agak mblusuk di daerah Sewon, Bantul tepatnya di belakang ISI Yogyakarta.

Warung Mangut Mbah Marto tampak dari gang
Warung Mangut Lele Nggeneng Mbah Marto Β tampak dari gang

Jika dari arah kota, ambil arah Jl. Parangtritis lurus saja sampai Ringroad Selatan dan ketemu gedung ISI Yogyakarta di kanan jalan serta sebuah kantor pos kecil di kiri jalan. Tepat di depan kantor pos, belok ke kanan, lurus sampai ada masjid. Nah, lokasinya ada di gang kecil sekitar belakang masjid. Jika ada banyak mobil terparkir rapi di jalan tersebut, maka kamu ada di jalan yang benar. Jangan sungkan bertanya pada masyarakat sekitar jika tersesat. Orang- orang sekitar sudah mafhum karena warung mangut Mbah Marto memang tersembunyi dalam perkampungan warga dan tidak dilengkapi penunjuk jalan.

Sampai di lokasi, langsung saja masuk ke pawon (dapur) karena menu prasmanan mangut lele dan pelengkapnya sudah berjajar rapi di amben kayu (ranjang) berhadapan dengan luweng (tungku tanah liat) tempat mbah Marto memasak signature dish nya tersebut.

Warung Mangut Mbah Marto
Mangut Lele Mbah Marto sedang di masak

Selain mangut lele, ada juga beberapa lauk pendamping seperti gudeg dan krecek pedasnya, garang asem, opor ayam dan tahu tempe. Saya pun segera mengambil sepiring nasi panas, sayur gudeg dan krecek, dan tentu saja mangut lele pedas.

Jika masakan mangut biasanya diolah dengan menggoreng ikannya terlebih dulu, maka Mbah Marto memilih mengasapi ikan lelenya. Sehingga, saat dimasak masih tercium aroma dan rasa khas ikan asap, daging yang lebih legit dan tidak berminyak. Bumbu yang meresap ke dalam ikan ditambah kuah santan yang pedas, hmm bisa sukses membuat nafsu makan melonjak jika tak ingat jarum timbangan. Mangut Lelenya memang juara!!!!

Mangut lele Mbah Marto
Mangut lele legendaris ala Mbah Marto
Warung Mangut Lele Mbah Marto
Berbagai Pilihan Lauk

Tetapi bagi yang kurang suka dengan masakan pedas, masih ada alternatif lain seperti opor dan garang asem yang juga tak kalah nikmatnya kok.

Warung Mangut Lele Mbah Marto ini memang sudah kondang hingga ke luar kota sejak lama. Apalagi yang dulu saat jadi mahasiswa (terutama mahasiswa ISI pastinya) sering makan di sini pasti senang kembali makan disini sambil mengenang nostalgia jaman kuliah.

Makan ala warung Mbah Marto ini bagi saya memberikan pengalaman seperti makan di rumah simbah sendiri karena lauk ambil sendiri di pawon, makan sambil bersantai di teras/ ruang tamu/ ruang tengah. Bedanya hanya setelah makan nggak perlu cuci piring tapi cuma perlu bayar. Hehe.

Mangut lele Mbah Marto
Pawon sederhana khas Jawa, hitam oleh jela

Untuk kelezatan seporsi nasi gudeg krecek dan mangut lele serta segelas jeruk hangat ini saya cukup membayar Rp. 22 ribu saja. Ramah di kantong bukan?

Jadi, jika sedang tak ingin makan gudeg di Jogja, maka Mangut Lele Mbah Marto ini bisa jadi alternatif lain penggugah selera bukan?

 

Mangut Lele Mbah Marto Nggeneng

Dusun Nengahan, Panggungharjo, Sewon, Bantul

Buka Jam 10.00 – 16.00 WIB

 

Advertisements

20 thoughts on “Blusukan Demi Mangut Lele Nggeneng Mbah Marto

  1. Tempatnya mblusuk… tapi mangutnya kelihatan enak banget. Yang otentik-otentik memang kebanyakan begini ya, mereka tetap asli dan buka sesuai tradisi mereka, namun kalau masakan memang enak, orang-orang pasti akan datang mencari bahkan kalau tempatnya agak susah dijangkau. Doh, makanan lainnya juga menggoda banget. Oke fix ini mesti dicoba kalau saya ke Yogya :hehe.

  2. Sensasi makan dari Pawon ini bikin inget rumah nenek. Apalagi menunya Mangut Lele, soalnya Nenekku juga suka masak Mangut tapi proteinnya pake Ikan Gabus. Sampai sekarang tiap Beliau masak Mangut Gabus, pasti rumahku dikirimin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s