Credit card

Serba Serbi Kartu Kredit

“Mbak, gimana caranya apply kartu kredit?”

“Ca, kartu kredit itu system pembayarannya gimana sih?”

“Ada biaya bulanan nggak, tiap bulan harus bayar berapa ya?”

Pertanyaan- pertanyaan tentang kartu kredit seperti di atas seringkali ditanyakan oleh teman- teman saya. Nah, daripada bolak- balik menjelaskan, saya coba tuangkan dalam sebuah postingan blog sehingga jika ada yang bertanya lagi tinggal kasih link postingan ini. Hehe. So, it’s gonna be a serious long post but I’ll try to make it simple and easy to understand. Silakan dikoreksi atau ditambahkan jika ada informasi yang kurang pas 🙂

Credit card
Stack of credit card. A saviour or trapper? Pic from here

Aplikasi kartu kredit

Kita bisa melalkukan aplikasi kartu kredit melalui kantor cabang bank terdekat atau booth- booth promosi bank yang biasanya banyak di mall atau public event.

Syarat umum aplikasi kartu kredit antara lain telah berusia 21 tahun atau sudah menikah, sudah bekerja dengan penghasilan bulanan (ada minimum gaji bulanan yang bisa berbeda antar bank, let’s say sekitar Rp.3 juta/ bulan), melampirkan slip gaji atau rekening tabungan, dan mengisi aplikasi pendaftaran kartu kredit.

Setelah aplikasi kita diterima oleh bagian kartu kredit bank tersebut, maka akan dilakukan analisa dan verifikasi data. Setelah semua clear, maka applicant akan dihubungi untuk konfirmasi pengiriman kartu kredit ke alamat surat menyurat.

Ada beberapa bank penerbit kartu kredit yag menawarkan gratis annual fee. Hal ini agar bisa dikonfirmasi saat melakukan aplikasi. Lumayan kan kalau bayar annual fee tapi kartunya g pernah dipakai.

Jika orang tua atau pasangan kita (suami/ istri tapi ya bukan pacar) sudah memiliki kartu kredit, kita bisa mengajukan aplikasi kartu tambahan. Jadi, pemegang kartu tambahan bisa melakukan transaksi sesuai limitnya dan tagihannya akan dikirimkan ke pemegang kartu utama.

Nah, jumlah penghasilan akan menentukan limit kartu kredit yang akan diberikan bank. Paling tidak ada 4 jenis kartu kredit sesuai limit dan benefitnya, mulai yang paling rendah hingga paling tinggi adalah biru, silver, gold, platinum.

Credit card
Source pic here

Transaksi menggunakan kartu kredit

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini kartu kredit memang sangat mempermudah transaksi, mulai dari pesan hotel, tiket pesawat, sampai belanja online.

Jika digunakan di merchant, misalnya belanja di toko atau bayar makanan di restoran, maka kartu kredit tinggal di gesek saja. Untuk memperketat pengamanan penggunaan kartu kredit, mulai 2015 ini pemerintah Indonesia mulai mewajibkan penggunaan pin kartu kredit dalam setiap transaksi.

Jika digunakan untuk transaksi online, maka kita diminta melengkapi data- data kartu kredit kita seperti nomor kartu, nama pemegang kartu, tanggal kadaluwarsa, kode CCV (3 digit di belakang kartu), dan alamat penagihan.

Untuk kartu kredit tertentu juga akan dimintakan kode verifikasi yang dikirimkan ke hp pemilik kartu. Hal tersebut merupakan trik untuk mengamankan transaksi kartu kredit agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain yang.

Setiap kartu kredit memiliki limit penggunaan. Misal saya memiliki kartu kredit bank A sebesar Rp. 5 juta, maka saya hanya bisa transaksi sampai Rp. 5 juta saja.

Sistem pembayaran dan perhitungan bunga kartu kredit

Setiap bulannya, kita diwajibkan untuk membayar tagihan kartu kredit lunas sesuai tagihan atau minimal 10% dari total tagihan sebelum tanggal jatuh tempo.

Setiap bulan kita akan menerima tagihan atau billing kartu kredit yang berisi perhitungan jumlah penggunaan, bunga, tanggal jatuh tempo. Tagihan bisa dikirimkan melalui hard copy ke alamat kita atau soft copy melalui email.

Harap di garis bawah, pembayaran kartu kredit tidak boleh terlambat lho ya. Entah alasannya lupa, tagihan keselip, nggak ada tagihan datang, atau memang lagi bokek. Jika melewati jatuh tempo, maka kredibilitas kita menjadi kurang baik di mata bank.

Setiap record pembayaran kewajiban kita di bank (dalam hal ini hutang bank ya) akan dilaporkan ke Bank Indonesia. Lalu, apa akibatnya jika kita telat membayar? Track record kita di laporan BI akan terlihat kurang baik dan pasti menjadi preseden buruk jika suatu saat kita mengajukan pembiayaan di bank, baik untuk kartu kredit, KPR, atau yang lainnya.

Nah, kemudian darimana istilah ‘bunga berbunga’ yang identik dengan kartu kredit?

Di atas saya sebutkan bahwa jika tagihan datang, maka kita bisa membayar lunas atau minimal 10% dari tagihan. Nah, jika kita hanya membayar 10% atau lebih tapi tidak lunas, maka sisa tagihan yang belum terbayar itulah yang akan dikenakan bunga bank dan dimasukkan ke tagihan bulan berikutnya.

Jika bulan berikutnya kita tidak membayar tagihan hingga lunas, maka mekanisme di atas akan berulang lagi. Sehingga, muncullah istilah ‘bunga berbunga’ itu.

Bijak Menggunakan kartu kredit

Satu hal yang paling penting diingat bahwa kartu kredit itu bukan dompet berisi uang cash kita, melainkan kartu hutang (please note this carefully). Jika kita menggunakan kartu kredit artinya jumlah hutang kita bertambah yang artinya lagi ada hutang yang harus kita bayar sebelum jatuh tempo.

Penyakit klasik para pemegang kartu kredit, terutama anak- anak muda kelas menengah baru (biasanya yang barusan jadi anak kantoran), adalah menyamakan kartu kredit seperti kartu debit yang bisa digesek kapan saja, tapi begitu tagihan datang baru deh pening. Nah, bagian ini yang membutuhkan pengendalian paling ketat menurut saya. Kita harus mengukur kemampuan finansial kita dalam membayar tagihan kartu kredit sebelum jatuh tempo. Jika tidak, maka hutang kartu kredit bisa menjadi never ending loan yang entah kapan lunasnya.

Marketing kartu kredit memang semakin gencar, terutama untuk promo- promo lifestyle seperti belanja online, restoran & café, tiket pesawat, gadget, dll. Gunakan dengan bijak kartu kredit sesuai kebutuhan, bukan sesuai promo yang ada. No offense ya buat teman- teman marketing kartu kredit. Kalau prinsip saya sih sebisa mungkin menghindari penggunaan kartu kredit jika hanya untuk tujuan foya- foya atau kenikmatan sesaat (duh bahasanya).

Feel free to drop your comment ya. Share pengalaman dan tambahan info boleh banget lho. Nanti akan saya update di post.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s