Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran: Machu Picchu Mini dari Gunung Kidul

Yogyakarta satu dekade yang lalu masih identik dengan wisata kota, budaya, dan belanja. Pilihan wisata alam belum terlalu banyak saat itu. Paling- paling naik ke Kaliurang, makan ikan di Pantai Depok, atau main air di Pantai Baron, Krakal, Kukup.

Baru beberapa tahun belakangan ini wisata alam propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (untuk memperjelas karena cakupannya bukan di kota Jogja melainkan lebih banyak di luar kota yang masuk dalam propinsi DIY) mulai menuai popularitas. Destinasi- destinasi baru mulai muncul, sebagian besar berada di wilayah Gunung Kidul.Β Bentang alam Kabupaten Gunung Kidul yang selama ini terkenal karena kegersangannya ternyata menyimpan potensi wisata alam yang mampu mempesona para pelancong.

Gunung Api Purba Nglanggeran adalah salah satu diantaranya. Konon, gunung ini adalah satu-satunya gunung api purba di Yogyakarta yang terbentuk dari pembekuan magma yang terjadi kurang lebih 60 juta tahun yang lalu yang menyisakan bongkahan batu- batu super besar.

Gunung Api Purba Nglanggeran
Kabut di Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran

 

Untuk menuju Gunung Api Purba Nglanggeran yang berada di Desa Nglanggeran, Kec. Patuk, Kab. Gunung Kidul ini bisa ditempuh sekitar 1 jam dari arah kota Yogyakarta, ambillah jalan ke arah Wonosari menuju Patuk. Jangan khawatir tersesat karena ada petunjuk jalan yang cukup informatif. Jika masih ragu, gunakan saja google maps atau waze yang siap membimbing ke jalan yang benar πŸ˜‰

Waktu yang tepat ke Nglanggeran menurut saya adalah pagi hari di saat udara pagi masih segar dan matahari belum terlalu panas. Katanya puncak Nglanggeran juga tempat yang tepat untuk menyaksikan sunrise dan sunset, dan sering jadi tempat camping.Β Oke, masukin bucket list!

Tak perlu khawatir dan membayangkan perjalanan menuju puncak (halah macam acara tivi saja, menuju puncak.lol) akan sangat berat. Trekking ke Nglanggeran bisa jadi pemanasan sebelum mendaki puncak- puncak gunung lainnya karena jarak tempuhnya hanya sekitar 1 jam saja.

Rute pendakian berupa jalur tanah, bebatuan, dan lorong- lorong sempit. Karena memang disetting sebagai tempat wisata, maka jalur menuju puncak pun sudah dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan pengunjung termasuk dengan membuat anak tangga dan melengkapi beberapa rute dengan tali.

Selama rute pendakian banyak pohon jambu monyet di kanan kiri jalan. Itu lho, jambu yang bijinya jadi kacang mede/ mete. Lalu ada juga pohon buah duwet atau sering juga disebut buah anggur jawa karena bentuknya seperti anggur dan berwarna ungu. Di bawah pohon banyak sekali buah duwet yang berjatuhan dan menyisakan warna ungu. Duh, saya kan anaknya gampang bahagia ketemu segala jenis tanaman dan pohon buah- buahan. Rasanya pengen saya panjat deh itu pohon duwet! Apalagi pohon duwet ini sudah jarang sekali ditemui. Terakhir kali ketemu pohon duwet di kampus dan rame- rame saya panjat dengan teman kuliah. Hwehe.

Oya, jangan takut kelaparan atau kehausan. Karenaaaa… ada ibu- ibu pemadam kelaparan di tengah hutan hehe. Iya ada ibu yang jualan minum dan gorengan kok. Lumayan kan buat anget- angetΒ πŸ™‚ Β Kalau capek juga ada gazebo untuk istirahat. Fasilitas lengkap kan!

Sekitar 1 jam mendaki, tibalah saya di puncak sekitar jam 9 pagi. Kabut pagi masih tebal dengan angin yang lumayan semribit. Saya duduk sebentar sambil meluruskan kaki. Tak berapa lama kemudian, sebuah momen magis pun terjadi.

Kabut yang sedari tadi menyelimuti kawasan bukit batu di depan saya mulai tersingkap. Lalu, ingatan saya melayang dengan sebuah landscape keajaiban dunia Machu Picchu di Peru. It was one of the most magical moment I’ve ever seen recently after sunrise in Bagan!

Gunung Api Purba Nglanggeran
Gunung Api Purba Nglanggeran
Machu Picchu (Peru)
Machu Picchu (Peru). Pic source from here. Mirip kan ya. hehe

Gunung Api Purba Nglanggeran

Duh, damai banget bisa lihat kabut berjalan, lalu di belakangnya tersibak bukit hijau dan otak saya mengasosiasikan pemandangan tersebut dengan Machu Picchu! Di otak saya Machu Picchu itu terdiri dari gunungan batu besar dengan kabut tebal. Dan di Nglanggeran pun saya menemui hal yang mirip. Mungkinkah ini pertanda? *drama *

Hmmm, segar sekali rasanya ada di ketinggian, menghirup udara segar dengan pemandangan hijau di depan mata. Hilang sudah penat setelah seminggu berkutat dengan urusan kantor atau urusan duniawi lainnya yang menguras hati dan pikiran. Bener ya kata anak gaul, makanya jangan jadi orang kurang piknik πŸ˜‰

Jadi, kalau sedang mampir Jogja, jangan lupa kemari ya biar nggak kurang piknik πŸ™‚

Gunung Api Purba Nglanggeran

NB: Jangan lupa kembali bawa sampah seperti botol minum/ snack. No vandalism alias coret- coret. Be a responsible traveler ya πŸ™‚

Advertisements

14 thoughts on “Gunung Api Purba Nglanggeran: Machu Picchu Mini dari Gunung Kidul

  1. Keren banget! Jam sembilan masih banyak kabutnya dan ya, kayaknya tidak perlu jauh-jauh ke Peru untuk melihat Macchu Picchu–jika yang dicari adalah bentang alam, maka Nglanggeran sudah mumpuni banget! Ini kewajiban nih buat bisa pergi ke sana. Lokasi bagus, semua fasilitas sudah tersedia dengan cukup baik. Aaaak ini mesti ke Yogya namanya… :hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s