Pesta Kematian Rambu Solo’ di Tana Toraja

Kalo kamu dengar tentang Tana Toraja, apa yang yang pertama kali terlintas dalam pikiran kamu?

Sesuatu tentang kuburan, atau orang mati? Bisa jadi ya. Tana Toraja memang punya reputasi tersendiri tentang kedua hal tersebut. Tana Toraja yang terletak +- 300 km dari Makassar ini memang sudah sejak lama terkenal dengan objek wisata yang tidak jauh – jauh dari kuburan dan upacara kematian.

Bulan Desember biasanya menjadi bulan yang penting di Tana Toraja yang mayoritas penduduknya menganut Kristiani, selain ramai oleh sanak family yang pulang untuk merayakan Natal, beberapa keluarga juga memilih menyelenggarakan upacara kematian Rambu Solo’ pada bulan ini. Selain itu, beberapa tahun terkahir, Pemda setempat bekerjasama dengan Kemenparekraf juga giat menyelenggarakan dua event pariwisata yang sukses menyedot perhatian para pelancong baik dari dalam negeri dan luar negeri, yaitu Lovely December Festival dan Toraja Festival.

Saya cukup beruntung, pada 27-29 Desember 2013 kemarin, berhasil mendapatkan event-event  tersebut sekaligus.

Dari Makassar, kami berangkat Jumat malam agar pagi-pagi sudah mencapai Makale, ibu kota Kabupaten Tana Toraja karena upacara Rambu Solo’ akan dimulai sejak pagi hari sekitar jam 9 pagi. Perjalanan Makassar- Makale saat itu ditempuh kurang lebih selama 8 jam dengan satu kali istirahat di Enrekang. Ada 2 upacara Rambu Solo’ di sekitar tempat kami menginap waktu itu. Rambu Solo’ atau biasa juga disebut upacara/ pesta kematian adalah salah satu ritual khas suku Toraja yang diselenggarakan untuk menghormati dan mengantarkan anggota keluarga yang meninggal ke alam Puya atau nirwana. Rambu Solo’ masih dipengaruhi oleh kepercayaan animisme leluhur masyarakat Toraja yang disebut Aluk Todolo sebelum mereka memeluk agama Kristiani.

Rangkaian acaranya ada banyak sekali, membutuhkan waktu selama beberapa hari dan tentu biaya yang tidak sedikit, bahkan bisa mencapai milyaran rupiah. Maka, tak jarang keluarga baru bisa mengadakan pesta kematian ini beberapa bulan bahkan tahun sejak kematian anggota keluarga tersebut.

Kenapa membutuhkan biaya yang sangat mahal? Pertama, pesta kematian ini diselenggarakan selama beberapa hari. Selama beberapa hari itu akan ada banyak tamu yang datang, artinya pihak keluarga harus menyediakan tempat dan konsumsi yang layak bagi mereka. Pihak keluarga akan membangun lantang atau semacam bangunan semi permanen yang dibuat dari bambu dan kayu bagi para tamu. Setiap trah/ keluarga akan menempati lantang tersendiri. Setelah selesai, lantang-lantang itu akan dibongkar.

Lantang- tempat menerima tamu selama pesata kematian. Dibangun di sekeliling lapangan bola sekalian untuk menonton adu kerbau.
Lantang- tempat menerima tamu selama pesata kematian. Dibangun di sekeliling lapangan bola sekalian untuk menonton adu kerbau.

Kedua, akan ada banyak babi dan kerbau yang disembelih. Kerbau diyakini sebagai kendaraan si jenazah. Semakin banyak kerbau disembelih maka dipercaya roh jenazah akan lebih cepat sampai ke Puya. Kalau kerbau biasa saja sudah mahal, ada kerbau special Toraja yang tidak boleh absen setiap ada upacara kematian, namanya Tedong Bonga, atau kerbau belang. Harganya, mulai dari ratusan juta sampai milyaran rupiah! Tetapi pihak keluarga tidak sepenuhnya menanggung biaya tersebut, karena ada semacam sistem “utang piutang” yang berlaku di masyarakat Toraja. Jadi, misal si A akan menyelenggarakan pesta kematian, maka kerabat, teman, tetangga si A yang terdiri dari pak B, C, D, E dst akan menyumbang berbagai kebutuhan pesta seperti kerbau dan babi. Si A ini akan mencatat seluruh sumbangan dari B, C, D, E, dst tadi dan dianggap sebagai hutang yang harus dilunasi ketika si B, C, D, E akan menyelenggarakan pesta kematian, begitu seterusnya.

Tedong Bonga alias Kerbau Belang dan penjaganya.
Tedong Bonga alias Kerbau Belang dan penjaganya.

Beberapa rangkaian acara selama pesta kematian ini antara lain adu kerbau (mapasilaga tedong), penyembelihan kerbau, acara tari dan musik tradisional seperti Ma’badong dan menumbuk lesung yang dilakukan oleh ibu-ibu (saya lupa namanya). Tetapi, bagian inti dan puncak dari upacara Rambu Solo’ disebut Rante, yang terdiri dari proses pembungkusan jenazah, menghias peti jenazah, mengarak ke lumbung untuk disemayamkan, lalu mengarak dan mengantarkan jenazah ke tempat persemayaman terakhir.

Di atas sana ada jenazah yang akan disemayamkan.

Karena hanya memanfaatkan libur akhir pekan, kami tidak bisa menyaksikan rangkaian upacara secara menyeluruh, hanya acara tari dan musik serta penyembelihan kerbau. Apalagi hari  minggu biasanya prosesi Rambu Solo’ diliburkan untuk memberi keluarga dan para pelayat pergi ke gereja. Semoga nanti bisa menyaksikan yang lebih lengkap hehe.

Oiya, ada juga postingan saya tentang Tana Toraja saat kunjungan pertama saya pada Maret 2012, bisa cek di sini.

Notes:

1. Objek wisata di Toraja ada di 2 wilayah kabupaten yaitu Tana Toraja dengan ibu kota Makale, dan Toraja Utara dengan ibu kota Rantepao. Jadi jangan bingung kalau melihat dua nama kota tersebut.  Keduanya kota kecil, tidak sampai 1 jam untuk berpindah dari Makale ke Rantepa atau sebaliknya. Penginapan dan transportasi ada di kedua kota ini.

2. Untuk menuju Makale/ Rantepao dari kota Makassar, bisa dengan bus malam atau sewa mobil dengan jarak tempuh +- 8 jam. Info bus bis cek disini. Banyak PO bus yang melayani rute Makassar Toraja, tetapi untuk musim liburan seperti liburan Natal, pastikan memesan tiket bus dari jauh hari karena biasanya bus penuh. Kalau mengendarai mobil sendiri, jika lewat kota Enrekang di subuh hari, sangat dianjurkan berhenti sejenak menikmati pagi hari dengan pemandangan Gunung Nona yang sangaaat indah.

3. Penginapan di Makale dan Rantepao bervariasi dari wisma, homestay, sampai hotel berbintang; tinggal sesuaikan dengan budget. Info penginapan bisa cek disini.

4. Tidak banyak transportai umum seperti angkot, sehingga harus sewa motor atau mobil untuk menuju lokasi objek wisata yang letaknya kadang harus masuk beberapa kilometer dari jalan utama. Pihak penginapan biasanya menyediakan peta wisata Toraja dan guide (jika kamu mau menyewa). Tapi jangan takut tersesat jika pergi tanpa guide. Toraja itu kecil, ada bantuan google map atau GPS. Kalau ragu, bisa juga tanya orang lokal. Mereka sangat bersedia membantu para pelancong.

5. Untuk muslim, banyak makanan khas di Toraja berbahan baku daging babi. Akan cukup sulit menemukan warung halal. Warung halal biasanya dijual orang Makassar atau Jawa dan mencantumkan tulisan “HALAL” besar-besar di spanduk warung mereka.

6. Harga souvenir di tempat wisata seperti Lemo, Londa, Kete Kesu, dan di Pasar Rantepao tidak berbeda jauh. Jika ragu bisa dibandingkan sendiri. Tetapi menurut saya harga yang saya temui (selama ini) masih wajar. Jadi bijaklah dalam menawar. Terutama untuk para pedagang suvenir/ kaki lima yang membuat sendiri souvenir yang mereka jual.

Advertisements

14 thoughts on “Pesta Kematian Rambu Solo’ di Tana Toraja

  1. saya rencana juga akan ke toraja akhir bulan ini (28 januari). sehari saja dengan pulang pergi Makassar – Rantepao.

    bisa minta saran tempat mana saja yang wajib kunjung dengan waktu sehari full tersebut. Thanks

    1. Di rantepao nya sehari kan ya? Bukan dlm 1 hari pp mks- toraja? Hehe.
      Klo msh ada pesta rambu solo’, usahakan kesitu dulu. Klo objek ada bbrp kayak Kete Kesu, Londa, Lemo, Kambira (baby grave). Agak jauh bisa ke Bori’ Parinding (batuan megalit) n Batutumonga (bukit). Atau ke Pallawa, tempat tenun toraja. Oya, oleh2 di objek wisata sama di toko pasar kdg mlh lebih murah di objek lho. Klo beli dipasar, beli sm pedagang kaki lima atau yg di blakang2 pasar aja bukan di toko, lebih murah. *jadi panjang yaaa

  2. saya sudah lama mau ke tana toraja(salu baruppu)Kg yang sengat indah,masih asli,udara bersih,dingin, dan air sungainya belum tercamar,itu yang di beritahu kepada saya tentang kg salu baruppu.suatu hari nanti saya akan ke sana jua.jempul salu baruppu……

    1. Trimakasih sdh berkunjung ke blog saya 😄
      Wah saya malah baru dengar ttg salu baruppu. Di makale/ rantepao? Semoga bisa segera ksana ya. Toraja memang indah banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s