Titip Rindu untuk Matsuyama

Suatu siang di musim panas, Juli 2010, saya, untuk pertama kalinya menapakkan kaki di sebuah tempat impian saya sejak beberapa tahun terakhir.

Langit di sekitar Bandara Narita, Tokyo siang itu begitu cerah. Kami baru saja tiba setelah beberapa jam penerbangan dari Singapura. Tapi perjalanan belum berhenti, kami harus segera beralih ke Bandara Haneda, untuk melanjutkan penerbangan menuju Matsuyama, di Pulau Shikoku. Yeayyy, Matsuyama here I come!!!

Tapi, itu sudah hampir tiga tahun berlalu. Banyak  hal berkesan selama di Matsuyama, pun banyak hal terjadi tiga tahun setelahnya. Banyak hal tersimpan di memori, tetapi sebagian pudar tanpa disengaja. Tak dapat dipungkiri, berada di Matsuyama saat itu adalah salah satu episode terbaik dalam hidup saya. Bagaimana akhirnya saya berhasil memenangkan salah satu mimpi besar saya setelah melalui usaha yang juga tidak singkat.

Berada di negeri asing; orang asing, bahasa asing, budaya asing. Ya, gegar budaya itu memang nyata, kawan. Tapi justru itu yang menarik. Bagaimana kita menyampaikan bahwa kita berbeda satu sama lain, tetapi saling menjaga agar tetap berjalan dalam harmoni yang indah. Banyak hal yang bisa diceritakan.

Dan hari ini saya rindu serindu-rindunya pada Matsuyama. Juga pada sebuah impian lain yang selalu saya simpan, tetapi kini entah apakah ia masih hidup atau sudah mati suri.

Aaah, Matsuyama, terimakasih aku masih merindukanmu!

100% Orange Juice — Hyaku pasento orenji juuzu — my most favorite thing from Matsuyama!

PS: Postingan random ini dalam rangka mengobati rindu kepada Matsuyama. Selanjutnya saya akan coba posting beberapa hal yang berkesan dan masih saya ingat dari perjumpaan saya dengan Matsuyama 🙂

Advertisements

14 thoughts on “Titip Rindu untuk Matsuyama

  1. Salah satu cita2ku juga menapakkan kaki di Jepang, khususnya di Tokyo dan Kobe. Semoga bisa terwujud nanti *berdoa tengah malam*

      1. terus aku njawabe => muzukashii desu, demo ja ganbatte ne => Walaupun (sepertinya) sulit, tapi tetap semangaaaatt 😀 hihihihihi

      1. Ini merapal mantra ya? ikutan aah Hajiemasithe dozo yoroshiku (cuma ini yang tersisa dari les bahasa Jepang dulu hahaha, ini pun ntah bener apa kagak pelafalannya :P)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s